Koalisi Baru Optimistis

244

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — PDI Perjungan dan koalisinya, PKB, yang mengusung petahana Bupati Bambang Sukarno dan M. Matoha, tak boleh memandang enteng calon rivalnya. Sebab, koalisi baru yang digagas Partai Nasdem bersama Hanura dan Partai Demokrat, mengklaim punya modal besar untuk memenangi Pilkada Temanggung pada Juni mendatang.

Seperti diketahui, poros baru ini mengusung Haryo Dewandono, seorang pengusaha lokal yang namanya cukup populer di kalangan masyarakat Temanggung untuk posisi calon bupati (cabup). Utamanya, di kalangan petani, pengepul, dan pengusaha tembakau. Selama ini, Haryo dikenal sebagai grader yang cukup kondang. Haryo didampingi Irawan Prasetyadi, wakil bupati incumbent saat ini untuk posisi cawabup.

Ketua DPD Nasdem Temanggung, Muh Sayid, saat jumpa wartawan di kediaman Haryo di Walitelon Temanggung, Senin (8/1) menyampaikan, di awal, Nasdem condong berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung petahana Bupati Bambang Sukarno.

Nasdem mengincar posisi calon wakil bupati (cawabup). Sejumlah nama pun diajukan. Di antaranya, Zuhar Mahsun, pengurus DPW Nasdem Jateng dan Muh Sayid, selaku Ketua DPD Nasdem Temanggung.

Namun, di tengah perjalanan, ternyata tidak ada keputusan bulat. Satu sisi, PDIP menjalin koalisi dengan PKB. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, Nasdem membuat poros baru bersama Hanura dan Demokrat. Koalisi tiga parpol ini lantas mengusung Haryo-Irawan. “Politik itu dinamis, perubahan sangat cepat. Dalam Pilkada kali ini, kita tidak sekadar jadi peserta, tapi bisa memenangkanya,” kata Sayid.

Sayid meyakini, jagonya (Haryo-Irawan) bisa meraup dukungan masyarakat Temanggung untuk memimpin Kota Tembakau lima tahun ke depan.

Kata Sayid, Haryo tokoh yang tak asing bagi warga Temanggung. Selain pegiat olahraga, Haryo juga aktif di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, juga seorang pebisnis. Sedangkan Irawan, hampir 5 tahun ini berkiprah di pemerintahan.

“Pak Haryo punya visi untuk pengembangan ekonomi, sedangkan Pak Irawan berpengalaman di birokrasi. Saya yakin, dengan kemampuan yang dimiliki keduanya, bisa memenangkan Pilkada. Harapan kami, keduanya bisa membawa perubahan untuk Temanggung ke depan lebih baik.”

Haryo, kata Sayid, merupakan representasi Partai Demokrat. Sedangkan Irawan, wakil dari Nasdem. “Per 6 Januari lalu, Pak Irawan sudah ber-KTA Nasdem. Jadi, kini Pak Irawan sudah menjadi kader Nasdem.”

Pernyataan Sayid dibenarkan Irawan Prasetyadi. “Iya, saya diusung oleh Partai Nasdem. Kini saya sudah menjadi anggota Nasdem.”

Irawan mengaku awalnya tidak akan mencalonkan diri, jika tidak mendapatkan rekomendasi dari PDIP untuk mendampingi Bambang Sukarno. Namun, klaim Irawan, warga dan beberapa komunitas memintanya untuk maju kembali. “Jadi, majunya saya karena desakan masyarakat.”

Sedangkan Haryo mengaku maju Pilkada karena ingin berbuat lebih untuk Temanggung. Ia mengaku, pada Pilkada 2008, dirinya berniat mencalonkan diri menjadi bupati.

Ketika itu, klaim Haryo, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research dan Consulting, ia berada di urutan teratas mencapai 48 persen. Artinya, mengalahkan nama lain seperti Hasyim Affandi dan Muhammad Irfan yang ketika itu mencalonkan diri.

“Saya sering ke desa dan kampung-kampung, hampir semua desa di Temanggung pernah saya kunjungi. Jaringan yang saya memiliki saat ini masih solid dan bisa kita gerakkan untuk Pilkada kali ini.”

Terpisah, Komisioner KPU Temanggung Divisi Teknis Arimurti H. Wardani mengatakan, pada hari pertama masa pendaftaran, belum ada satu pasangan balon yang mendaftar. “Hari ini (kemarin) belum ada pendaftar. Tadi, sudah ada yang komunikasi dari tim penghubung koalisi PDIP-PKB yang mengusung Bambang Sukarno-Matoha, akan daftar besok pagi (hari ini, red),” bebernya. (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here