RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sungguh ironis, seorang anak temukan ayahnya tewas gantung diri. Peristiwa tersebut pun membuat pilu warga Perum Griya Utama RT 1 RW 9, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (8/1) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu anak korban, KS, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), keluar dari kamar tidurnya dan akan menuju ke dapur. Namun bocah yang masih berusia 8 tahun itu, menjumpai sang ayah (Darwin Susilo, 43)  dalam kondisi tergantung, dengan leher dililit kain sprei dan diikatkan pada ventilasi pintu kamar belakang.

KS pun panik dan tak mampu membendung air matanya. Apalagi sang ibu sedang tidak ada di rumah. KS hanya bisa berteriak dan keluar dari rumah. Kebetulan saat itu ada Puji Rahayu, 38, tetangganya.

“Ibu Jafran (panggilan Puji Rahayu) ayahku bunuh diri,” kata KS.

Puji Rahayu yang mendapat kabar inipun juga terperanjat kaget dan memberitahukan kepada Budi Setyawati, 38, dilanjut ke rumah Yoyok Krisbiantoro, 40.

“Kemudian mereka masuk ke rumah yang bersangkutan untuk mengecek kabar yang disampaikan anaknya itu. Benar, dilihatnya, korban gantung diri di dalam rumah,” kata Kapolsek Genuk Kompol Heru Eko Wibowo.

Hingga akhirnya, warga temuan ini disampaikan ke Polsek Genuk diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang. Setelah dilakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), selanjutnya korban dievakuasi dan jenazah dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang guna dilakukan keperluan penyelidikan lebih lanjut.

“Korban menggantung dengan leher dililit sprai biru bermotif kembang-kembang, dikaitkan di pintu belakang,” jelasnya.

Tidak ditemukan unsur kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Namun, terkait penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya, Heru belum bisa membeberkan secara detail karena masih dalam penyelidikan. (mha/zal)