33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Bocah SD Ayahnya Gantung Diri

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sungguh ironis, seorang anak temukan ayahnya tewas gantung diri. Peristiwa tersebut pun membuat pilu warga Perum Griya Utama RT 1 RW 9, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (8/1) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu anak korban, KS, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), keluar dari kamar tidurnya dan akan menuju ke dapur. Namun bocah yang masih berusia 8 tahun itu, menjumpai sang ayah (Darwin Susilo, 43)  dalam kondisi tergantung, dengan leher dililit kain sprei dan diikatkan pada ventilasi pintu kamar belakang.

KS pun panik dan tak mampu membendung air matanya. Apalagi sang ibu sedang tidak ada di rumah. KS hanya bisa berteriak dan keluar dari rumah. Kebetulan saat itu ada Puji Rahayu, 38, tetangganya.

“Ibu Jafran (panggilan Puji Rahayu) ayahku bunuh diri,” kata KS.

Puji Rahayu yang mendapat kabar inipun juga terperanjat kaget dan memberitahukan kepada Budi Setyawati, 38, dilanjut ke rumah Yoyok Krisbiantoro, 40.

“Kemudian mereka masuk ke rumah yang bersangkutan untuk mengecek kabar yang disampaikan anaknya itu. Benar, dilihatnya, korban gantung diri di dalam rumah,” kata Kapolsek Genuk Kompol Heru Eko Wibowo.

Hingga akhirnya, warga temuan ini disampaikan ke Polsek Genuk diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang. Setelah dilakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), selanjutnya korban dievakuasi dan jenazah dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang guna dilakukan keperluan penyelidikan lebih lanjut.

“Korban menggantung dengan leher dililit sprai biru bermotif kembang-kembang, dikaitkan di pintu belakang,” jelasnya.

Tidak ditemukan unsur kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Namun, terkait penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya, Heru belum bisa membeberkan secara detail karena masih dalam penyelidikan. (mha/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Metode “Abracadabra” Berbicara Bahasa Inggris

RADARSEMARANG.COM - UNTUK mempermudah kemampuan berbicara (speaking) siswa kita, di bawah ini akan penulis sampaikan beberapa cara/metode yang cukup mudah diingat dan dilakukan, yakni...

Raja Tempe Maling Hati untuk Tamunya

Oleh: Dahlan Iskan Cerita raja tempe di Jepang asal Kabupaten Grobogan itu sungguh menarik. Wartawan Disway, Dahlan Iskan, membuat tulisan bersambung, setelah bertemu dengannya dalam...

Kepala Dinas Terima SMS Teror

UNGARAN – Sebelum dilakukan penetapan Susunan Orgaisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kabupaten Semarang yang baru, diduga sudah bocor lebih dulu. Hal tersebut menyusul pengakuan...

Pencuri Cabai Babak Belur Dihajar Warga

MUNGKID—Nekat mencuri cabai yang diletakkan di mobil pikap, Irfan Muhammad, 26, dihajar massa hingga bonyok. Peristiwa itu terjadi di Pasar Pandansari Muntilan. Informasi yang...

Kawal Perbaikan Pengelolaan Limbah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN –DPRD Kabupaten Semarang membuka ruang pengaduan khususnya bagi warga Kelurahan Kupang Kidul, Kecamatan Ambarawa. Hal tersebut dilakukan untuk mengawal proses perbaikan pengelolaan...

Skenario Baru Bagi Implementasi Asesmen Kinerja pada Pembelajaran

ASESMEN kineja direkomendasikan oleh para ahli sebagai penilaian otentik pada setiap pembelajaran Bahasa Jawa. Besaran dalam penilaian kemampuan tersebut belum dimanfaatkan oleh guru. Banyaknya...