RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 332 aduan dari nasabah diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng dan DIJ sepanjang tahun 2017 lalu. Aduan sebagian besar berasal dari nasabah perbankan.

Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIJ, Bambang Kiswono mengatakan, dari total 332 aduan, 54 persen atau 240 aduan berasal dari nasabah perbankan umum, kemudian diikuti oleh BPR sebesar 18 persen. “Aduan terkait perbankan umum biasanya seputar eksekusi agunan. Angsuran kredit macet, jaminan mau dieksekusi atau disita, nasabah tidak mau, lantas mengadu ke OJK,” ujarnya.

Selain aduan terkait perbankan umum dan BPR, sebagian nasabah juga menyampaikan permasalahan terkait lembaga pembiayaan. Yaitu sebanyak 47 aduan, kemudian terkait asuransi sebanyak 20 aduan dan sisanya lain-lain. “Dari total 332 aduan yang masuk tersebut, sebanyak 308 telah terselesaikan, sedangkan 25 masih dalam tindak lanjut dan sudah hampir selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, khusus di Jawa Tengah, total terdapat 280 BPR yang berada dalam pengawasan pihaknya. Terdiri dari 253 BPR konvensional, 26 BPR syariah dan 1 BPD. Sedangkan untuk jaringan kantor bank umum, khusus di Jawa Tengah terdapat 3.058 yang berada di bawah pengawasan OJK.

“Akhir tahun lalu, juga terdapat 1 BPRS di Solo yang ditutup. Sehingga kini total BPR konvensional yang berada di bawah pengawasan kami berjumlah 252,” ujarnya. (dna/ric)