13 Rumah Terdampak Tanah Amblas

183
AMBLAS: Warga Dusun Bendo Desa Kandangan saat menunjukkan dampak dari tanah PTPN IX yang amblas,kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMBLAS: Warga Dusun Bendo Desa Kandangan saat menunjukkan dampak dari tanah PTPN IX yang amblas,kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Fenomena tanah amblas kembali terjadi di Kabupaten Semarang. Kali ini fenomena tersebut muncul di Dusun Bendo Desa Kandangan Kecamatan Bawen. Sedikitnya 13 rumah warga di dusun tersebut terdampak akibat peristiwa tersebut.

Kepala Desa Kandangan Paryanto mengatakan titik amblasnya tanah tersebut terjadi di lahan milik PTPN IX yang lokasinya berada di Dusun Bendo. “Awalnya tanah yang amblas kedalamannya Cuma 1 meter, kini sudah bertambah menjadi 2 meter,” kata Paryanto, Senin (8/1).

Ke-13 rumah warga yang terdampak antara lain milik Saru, 60, Yuniar Antoni, 38, Jumain, 32, Jumiin, 56, Prihono, 38, Suyoto, 78, dan rumah milik Joni Setu, 55. Selain itu, milik Indro Pujianto, 32, Rusman, 80, Sumardiyono, 45,  Saroso, 32, dan Sudarpono, 42. Kesemuanya adalah warga Dusun Bendo RT 02/10, Desa Kandangan.

Dikatakannya, fenomena tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak satu tahun lalu. Dimana amblasnya tanah yang berada di kebun karet tersebut baru sedalam satu meter. Sejak saat itu hingga kini memang belum mendapatkan penanganan dari Pemkab Semarang. Kembalinya tanah amblas tersebut terjadi sudah tiga hari sejak Sabtu (6/1).

Bahkan untuk menengahi persoalan tersebut pihak warga pernah di pertemukan dengan pihak PTPN IX.“Tadi telah dilakukan pertemuan antara perwakilan warga dengan PTPN IX. Intinya pihak PTPN IX beritikad baik dengan menawarkan tiga opsi,” katanya.

Untuk opsi pertama yaitu warga direlokasi ke wilayah Jatirunggo, Kecamatan Pringapus di lahan PTPN IX.  Kemudian, opsi kedua diberikan ganti rugi, namun jika terjadi longsor PTPN IX tidak bertanggungjawab. “Opsi ketiga, apabila tidak mau direlokasi, masyarakat diminta mencari lahan sendiri,” katanya.

Saat ini pihak warga akan memusyawarahkan pilihan 3 opsi tersebut. Warga setempat yang terdampak mengungkapkan masih was-was. Seperti yang diungkapkan oleh Jumiin. Dikatakanya, setiap turun hujan ia selalu was-was. Pasalnya tanah di depan teras bagian rumahnya sudah amblas. “Tidur sambil berjaga-jaga di teras karena cucu-cucu tidur di lantai. Kalau terjadi apa-apa bisa langsung tahu sambil berjaga-jaga,” ujarnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here