Sulap Sampah Jadi Gaun Indah

170
CANTIK : Para siswi SMA 1 Kaliwungu menampilkan gaun yang terbuat dari sampah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CANTIK : Para siswi SMA 1 Kaliwungu menampilkan gaun yang terbuat dari sampah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Sampah tak terpakai, biasanya langsung masuk tong sampah atau tempat pembuangan. Tapi di tangan para siswi SMA 1 Kaliwungu, sampah plastik dan kertas, justru disulap jadi gaun indah.

Gaun-gaun terbuat dari sampah itu dipentaskan dan dipertontonkan dalam karnaval yang digelar di Alun-Alun Kaliwungu berbarengan dengan peringatan HUT SMA setempat ke-30. Sekilas tampak gaun indah seperti layaknya gaun rancangan desainer kondang.

Salah satu siswi Dwi Haryanti membuat gaun dari kertas koran bekas. Ia menggunakan ide dasar origami atau seni lipat kertas. Kemudian dari lipatan-lipatan kertas itu, ia rangkai menggunakan kain dan lem menjadi gaun indah.

Dwi mengaku, ide membuat gaun dari kertas koran ini muncul dari tekad kepala sekolahnya untuk menciptakan sekolah adiwiyata. “Dimana siswa harus bisa memanfaatkan barang bekas atau sampah agar sekolah ini bersih dari sampah,” tandasnya.

Dari situlah ia mengumpulkan koran yang sudah tidak terpakai untuk dirangkai menjadi gaun. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa barang sampah ketika dirangkai bisa menjadi barang yang memiliki nilai guna atau nilai jual yang tinggi. “Persiapan cukup lama, hampir dua bulan lamanya,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Hilda Maulida Kusuma Putri. Siswi cantik ini membuat gaun indah dari sampah  kantong plastik yang sudah tidak terpakai. Kantong plastik bekas ia kumpulkan kemudian ia rangkai menjadi gaun menyerupai gaun pengantin.

“Kebetulan teman-teman yang lain membuat gaun dari kertas, dari bungkus makanan dan sebagainya. Nah saya kepikiran juga untuk membuat gaun dari kantong plastik,” tambahnya.

Selain gaun-gaun unik dari sampah, para siswa yang menampilkan berbagai pakaian adat dan seni budaya nusantara. Seperti dari bali dengan tari kecak serta daerah lain yang menarik perhatian masyarakat sepanjang alun-alun hingga SMA 1 Kaliwungu.

Kepala SMA 1 Kaliwungu Puji Hastuti mengatakan peserta merupakan guru dan siswa-siswi sekolah. Karnaval diikuti 1.150 siswa dan 40 kontingen dari alumni. Kreativitas tersebut semuanya dari peserta didik. Karnaval mengambil tema Gelar Budaya Nusantara. “Tapi kami tekankan pada anak-anak untuk membuat kreativitas dari barang bekas,” katanya.

Ratusan warga memadati tepi jalan dimana peserta karnaval melintas. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponselnya. Sampai di depan panggung kehormatan di halaman SMA 1 Kaliwungu, peserta menampilkan aksinya kurang lebih dua menit.

Sebagai bentuk gelar budaya Indonesia, tidak sedikit peserta yang menggunakan pakaian adat dari provinsi lain serta monumen atau tugu yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. “Peserta kami beri kebebasan untuk memunculkan kreativitasnya. Karnaval ini juga kami lombakan. Semua biaya dari peserta didik,” jelas Puji. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here