Poros Baru Mengubah Kekuatan

1285
AMBIL REKOMENDASI : Haryo Dewandono (ketiga dari kiri) dan Irawan Prasetyadi (kedua dari kiri) saat menerima surat rekomendasi dari Partai Nasdem. (IST)
AMBIL REKOMENDASI : Haryo Dewandono (ketiga dari kiri) dan Irawan Prasetyadi (kedua dari kiri) saat menerima surat rekomendasi dari Partai Nasdem. (IST)

RADARSEMARANG.COM – ADA yang menarik pada perhelatan Pilkada Temanggung kali ini. Poros baru justru muncul di detik-detik terakhir, sehari menjelang pendaftaran paslon ke KPU setempat.

Poros itu terbentuk setelah Hanura membelot. Sebelumnya, Hanura Temanggung berkoalisi dengan PPP, Golkar, Gerindra, dan PAN. Koalisi ini mengusung paslon Muhammad Al Khadziq-Heri Ibnu Wibowo (Khadziq-Bowo).

Namun, siapa sangka, dinamika politik di Kota Tembakau, begitu dinamis. Hanura yang sebelumnya tampak “setengah hati” berkoalisi dengan PPP, Golkar, Gerindra, dan PAN, akhirnya benar-benar “hengkang”. Kemana Hanura berlabuh?

Rupanya Hanura merapat ke poros baru. Yakni: poros Nasdem dan Partai Demokrat. Poros anyar ini (Hanura, Demokrat, Nasdem) mengusung pasangan Haryo Dewandono-Irawan Prasetyadi. Haryo yang berlatarbelakang seorang pengusaha lokal, untuk posisi cawabup. Cawabupnya, Irawan Prasetyadi, wakil bupati incumbent saat ini.

Yang menarik, Nasdem yang awalnya lebih condong berkoalisi dengan PDIP-PKB mengusung sang petahana Bambang Sukarno, justru berbalik arah membentuk poros baru.

Ketua DPC PPP Kabupaten Temanggung Rohmad Fauzi mengatakan, sebelumnya koalisi yang dibangun ada lima parpol. Yakni: PPP, Golkar, Gerindra, PAN, dan Hanura. Koalisi ini mengusung Al Khadziq-Heri Ibnu Wibowo (Khadziq-Bowo). Kini, hanya tinggal 4 parpol.

“Di koalisi kami, awalnya ada 5 parpol. Namun, di detik-detik akhir, Hanura keluar. Jadi, sekarang tinggal 4 partai. Yaitu PPP, Golkar, Gerinda dan Hanura,” ucap Yusi, sapaan intim Rohmad Fauzi, Minggu (7/1) kemarin.

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Temanggung Muh Sayid menyampaikan, rekomendasi dari DPP sudah turun. “Iya, rekomendasi Nasdem sudah turun ke Haryo-Irawan. Untuk lebih jelasnya, tunggu konferensi pers besok pagi (pagi ini, red),” kaya Sayid melalui pesan WA kepada Jawa Pos Radar Kedu.

Ketua DPC Partai Demokrat Temanggung, Muh Taryono membenarkan partainya akan berkoalisi bersama Nasdem dan Hanura untuk mengusung Haryo-Irawan pada Pilkada 2018. “Iya, kami (Demokrat, red) bersama dengan Nasdem dan Hanura, fixed mengusung Haryo-Irawan.”

Terpisah, Sekretaris DPC PKB Temanggung Mochyidin menegaskan, partainya fixed berkoalisi dengan PDIP mengusung paslon Bambang Sukarno dan Matoha. Matoha adalah Ketua DPC PKB Temanggung. “Untuk koalisi, kita (PKB Temanggung) bersama PDI Perjuangan mengusung petahana Bambang Sukarno berpasangan dengan Bapak Matoha.”

Jika koalisi masing-masing parpol fixed, berarti hanya tersisa PKS dengan 3 kursi di DPRD Temanggung. Dengan begitu, yang sebelumnya santer beredar kabar Farid Nurrahmad berniat maju menjadi cabup Temanggung, menjadi kandas. Sebab, untuk mendaftar di KPU, minimal pasangan calon harus mendapat dukungan dari parpol yang mengantongi 9 kursi DPRD hasil Pileg 2014.

Berdasarkan hasil pileg 2014, dari total 45 kursi DPRD Temanggung, PDIP meraih 7 kursi, PKB 6 kursi, Golkar 5 kursi, PPP 5 kursi, Gerinda 4 kursi, PAN 5 kursi, Nasdem 4 kursi, Hanura 4 kursi, PKS 3 kursi dan Demokrat 2 kursi. Artinya, tidak ada satu pun parpol di Temanggung yang bisa mengusung sendiri pasangan calon. Parpol harus berkoalisi agar bisa mendaftarkan pasangan calon yang didukung ke KPU setempat.

Yang juga menarik dari Pilkada di Temanggung, sejak akhir pekan lalu, beredar di media sosial (medsos), artis ibu kota Tommy Kurniawan, ikut kontestasi bursa Pilkada di Kota Tembakau. Tommy diusung oleh PKB sebagai cawabup. Namun pada Minggu (7/1) malam, terbukti kabar itu tidak benar. DPP PKB merekomendasikan kadernya, M. Matoha, sebagai cawabup mendampingi Bambang Sukarno. (san/isk)