RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah warga penghuni rumah liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) menyatakan ogah pindah ke tempat relokasi di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kudu. Sebagian di antara mereka hingga sekarang belum menandatangani surat pernyataan pindah ke bangunan berlantai lima tersebut. Alasannya beragam, mulai pertimbangan jarak yang jauh dari perkotaan, hingga menyatakan tidak mampu membayar sewa.

“Kami tidak mau pindah ke Rusunawa Kudu. Lokasinya sangat jauh, sedangkan kerja saya di daerah kota (sebagai buruh tukang cuci). Saya ini sudah tua, tidak punya motor. Tidak kuat naik di gedung bertingkat (rusunawa). Saya tidak mau pindah,” kata Midjem, 55, warga Jalan Pandansari RT 1 RW 2, Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari, Minggu (7/1).

Janda yang sekarang hidup sebatang kara itu saat ini masih tinggal di rumah petak berukuran 2×4 meter persegi di bantaran sungai. “Saya sudah diberikan surat pernyataan pindah ke rusunawa. Tapi saya nggak mau menandatangani. Saya tetap di sini saja,” ujarnya.

Dia mengaku, tidak memiliki sanak saudara lagi di Kota Semarang. “Saya sudah pasrah, nggak tahu nanti tinggal di mana. Saya tidak punya saudara, tidak punya anak, suami sudah meninggal. Mungkin nanti kalau digusur, saya mau nunut di rumah teman,” katanya.

Warga yang lain, SW, 50, juga menyatakan tidak mau pindah ke Rusunawa Kudu. “Saya sudah tua, berjalan saja kesulitan karena pakai teken (tongkat). Apa saya disuruh pindah di rusun bertingkat? Saya nggak sanggup,” tandasnya.

Ia juga mengaku tidak mampu membayar biaya di rusunawa. Ia juga janda dan saat ini tidak bisa bekerja lagi. Kebutuhan hidupnya hanya dibantu oleh para tetangganya di bantaran sungai. “Saya tidak mampu membayar, karena saya tidak bekerja, tidak punya penghasilan,” katanya.

Camat Semarang Timur, Sutrisno, mengatakan, tidak ada pungutan apapun untuk warga yang terkena dampak normalisasi sungai BKT. “Gratis, rusunawa hanya dikenai sesuai tarif yang telah ditentukan,” ujarnya.

Terpisah, Camat Gayamsari, Didik Dwi Hartono, menambahkan, hingga saat ini penghuni rumah liar di bantaran Sungai BKT terutama di wilayah Kecamatan Gayamsari sudah ada yang direlokasi. “Kurang lebih ada 50 rumah di Kelurahan Tambakrejo dipindahkan ke Rusunawa Kudu. Tetapi kalau untuk PKL belum dilakukan relokasi,” katanya. (amu/aro)