Jalan Rusak, Warga Tahan Truk Proyek Tol

1208
PROTES JALAN RUSAK : Warga Desa Wonosari, Sragi, melarang truk proyek melintas di Jalan Raya Wonosari, tepatnya di depan SMK 1 Sragi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES JALAN RUSAK : Warga Desa Wonosari, Sragi, melarang truk proyek melintas di Jalan Raya Wonosari, tepatnya di depan SMK 1 Sragi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Puluhan warga dari tiga desa, yakni Desa Klunjukan, Sragi dan Sijeruk, menahan puluhan truk pengangkut material pembangunan proyek tol, agar tidak melewati jalan di Sragi, Minggu (7/1) kemarin. Pasalnya, jalan yang dilalui truk tersebut, yang semula baik, menjadi rusak. Sedangkan tuntutan warga agar jalan diperbaiki, khususnya Jalan Raya Wonosari hingga Sragi sepanjang 500 meter tak kunjung direalisasikan.

Ketua RT Desa Wonosari, Andi Ramlan, 34, mengungkapkan bahwa sebelum ada pemblokiran terhadap truk, sebelumnya telah ada beberapa pertemuan, antara pihak desa dengan kontraktor pembangunan proyek tol bersedia memenuhi perbaikan jalan yang diminta warga. Namun tuntutan tersebut belum dipenuhi.

“Pengaspalan jalan sudah dilakukan di Desa Sragi, namun untuk Dukuh Gentong Wungu dan Desa Wonosari belum ada perbaikan. Makanya kami protes minta kepastian perbaikan jalan,” ungkap Andy.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Pekalongan, M Dahyar, mengatakan bahwa sebelumnya telah memfasilitasi mediasi pertemuan perwakilan, yakni warga Desa Klunjukan, Desa Sijeruk Kecamatan Sragi dan Desa Babalan Kidul Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan dengan PT Pemalang Batang Tol Road atau PBTR selaku pelaksana proyek tol Pemalang-Batang dan PT SMJ (Sumber Mitra Sejahtera) terkait permasalahan dampak pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang di wilayah Kabupaten Pekalongan. (thd/ida)