Ditarik Biaya Rp 700 Ribu, Kini Sertifikat “Disekolahkan”

Kisah Para Penerima Sertifikat Tanah “Jokowi”

1621
SERTIFIKAT GRATIS: Para penerima sertifikat tanah program Prona yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Simpang Lima, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERTIFIKAT GRATIS: Para penerima sertifikat tanah program Prona yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Simpang Lima, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Presiden Joko Widodo (Jokowi) “mengobral” sertifikat tanah gratis kepada warga. Pada 2017 lalu, dibagikan hampir 4,2 juta sertifikat dari target 5 juta sertifikat. Untuk tahun ini (2018) akan dibagikan 7 juta sertifikat, dan pada 2019 ditargetkan 9 juta sertifikat. Lalu di kemanakan ‘sertifikat Jokowi’ itu setelah di tangan warga? Benarkah sebagian besar ‘disekolahkan’ di bank dan lembaga keuangan lainnya?

SUDARMAJI bisa tersenyum lega. Perjuangan warga Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring, Kendal ini mengurus sertifikat tanah rumah yang kini ditempatinya membuahkan hasil. Bahkan, ia tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Sudarmaji mengurus sertifikat lewat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), yang merupakan bagian dari program PTSL dari Jokowi.

Dia mengaku, selama ini sempat kesulitan mengurus sertifikat sebidang tanahnya lantaran biayanya yang cukup tinggi. Ia tak mampu menanggung biayanya, karena kondisi ekonomi keluarganya pas-passan.

“Sudah lama tanah ini ingin saya sertifikatkan, tapi biayanya mahal. Sehingga beberapa kali kami urungkan. Akhirnya, saya mendapatkan kabar dari kepala desa (kades) jika ada program sertifikat gratis bagi tanah yang belum memiliki sertifikat.  Kemudian saya mengajukan dan akhirnya diterima,” akunya.

Ia mengaku sangat bersyukur sekali, karena dengan sertifikat tersebut, kini kepemilikan tanahnya menjadi jelas sepenuhnya miliknya. Namun yang lebih menguntungkan lagi, ia bisa memperbesar usaha keluarganya lewat “menyekolahkan” sertifikat tanah Jokowi ke bank dan koperasi.

“Usaha menjahit dan jualan kerudung milik istri saya. Dulu mau cari pinjaman sulit, sekarang mudah dengan sertifikat tanah sebagai jaminan pinjaman. Lumayan bisa menambah mesin jahit obras yang memang sangat dibutuhkan untuk seorang penjahit,” katanya.