33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Ditarik Biaya Rp 700 Ribu, Kini Sertifikat “Disekolahkan”

Kisah Para Penerima Sertifikat Tanah “Jokowi”

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

RADARSEMARANG.COM – Lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Presiden Joko Widodo (Jokowi) “mengobral” sertifikat tanah gratis kepada warga. Pada 2017 lalu, dibagikan hampir 4,2 juta sertifikat dari target 5 juta sertifikat. Untuk tahun ini (2018) akan dibagikan 7 juta sertifikat, dan pada 2019 ditargetkan 9 juta sertifikat. Lalu di kemanakan ‘sertifikat Jokowi’ itu setelah di tangan warga? Benarkah sebagian besar ‘disekolahkan’ di bank dan lembaga keuangan lainnya?

SUDARMAJI bisa tersenyum lega. Perjuangan warga Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring, Kendal ini mengurus sertifikat tanah rumah yang kini ditempatinya membuahkan hasil. Bahkan, ia tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Sudarmaji mengurus sertifikat lewat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), yang merupakan bagian dari program PTSL dari Jokowi.

Dia mengaku, selama ini sempat kesulitan mengurus sertifikat sebidang tanahnya lantaran biayanya yang cukup tinggi. Ia tak mampu menanggung biayanya, karena kondisi ekonomi keluarganya pas-passan.

“Sudah lama tanah ini ingin saya sertifikatkan, tapi biayanya mahal. Sehingga beberapa kali kami urungkan. Akhirnya, saya mendapatkan kabar dari kepala desa (kades) jika ada program sertifikat gratis bagi tanah yang belum memiliki sertifikat.  Kemudian saya mengajukan dan akhirnya diterima,” akunya.

Ia mengaku sangat bersyukur sekali, karena dengan sertifikat tersebut, kini kepemilikan tanahnya menjadi jelas sepenuhnya miliknya. Namun yang lebih menguntungkan lagi, ia bisa memperbesar usaha keluarganya lewat “menyekolahkan” sertifikat tanah Jokowi ke bank dan koperasi.

“Usaha menjahit dan jualan kerudung milik istri saya. Dulu mau cari pinjaman sulit, sekarang mudah dengan sertifikat tanah sebagai jaminan pinjaman. Lumayan bisa menambah mesin jahit obras yang memang sangat dibutuhkan untuk seorang penjahit,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Ubah Umbi Talas, Jadi Makanan Sereal

Pemanfaatan umbi talas sebagai makanan pendamping, hingga kini belum dimaksimalkan. Bahkan dari segi pengolahan makanan, bahan umbi talas masih dipandang sebelah mata dan ditinggalkan....

Tujuh Pecandu dan Pengedar Ganja Dibekuk

JOGJA— Satuan Reserse Narkoba Polresta Yogyakarta kemarin menangkap tujuh pelaku tindak pidana psikotropika dan obat-obatan terlarang. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi berbeda. Beberapa di...

Kembangkan Bisnis Sapi Perah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pertanian saat ini tidak terlalu dilirik oleh warga Desa Jetak, Kecamatan Getasan. Pasalnya, hasil dari sektor pertanian dinilai menjadi faktor utama...

RLS Masih Rendah

WONOSOBO—Rata-rata lamanya sekolah (RLS) warga Wonosobo terbilang masih rendah. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wonosobo mencatat, RTS warga Wononosobo di angka 6,11 tahun. Kepala...

Menjadi Peserta JKN-KIS

MAGELANG–Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito akan mendaftarkan 15 ribu warganya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada awal 2018. Program ini diklaim...

Disiram Air Keras, Wajah Terbakar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nasib tragis dialami Suhendri alias Bundo, 47, warga Perum Kepodang Asri, Kelurahan Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Pengusaha makanan ini harus dirawat intensif...