Diaudit, Koperasi RSUD Tunda Beri Pinjaman

124

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Koperasi Karyawan Bhineka Husada RSUD Kota Salatiga menunda pencairan pinjaman anggotanya. Hal itu dilakukan karena koperasi yang beranggotakan ratusan karyawan RSUD itu tengah menjalani audit oleh auditor publik.

“Guna memberikan kepercayaan publik, koperasi telah meminta akuntan publik melakukan pemeriksaan dan saat ini masih berlangsung. Saat ini peminjaman bagi anggota koperasi tidak bisa, sambil menunggu hasil audit terlebih dahulu,” terang Wakil Ketua Koperasi dokter Tinon Anindita.

Pernyataan ini disampaikan, karena adanya informasi yang menyebutkan koperasi yang memiliki omset miliaran rupiah ini kolaps dengan indikasi tidak bisa memberikan pinjaman lagi kepada anggotanya. Tinon mengakui, ada persoalan internal koperasi terkait manajemen. Namun sesuai dengan AD/ART, maka dilakukan perbaikan dan pembinaan internal dari Dinas Koperasi Kota Salatiga selaku pengawas langsung koperasi.

“Isu yang berkembang tentang adanya kredit macet dan penggelapan uang di koperasi sama sekali tidak benar, karena hingga saat ini keuangan koperasi lancar. Memang ada pengembalian pinjaman yang tidak lancar dan peminjaman yang tidak sesuai prosedur, tapi sudah dilakukan tindakan serta perbaikan sesuai aturan yang berlaku,” papar Tinon.

Selain itu, anggota secara rutin telah mendapatkan haknya berupa sisa hasil usaha (SHU) yang diberikan setiap tahun, hasil dari total aset dana sebesar Rp 3 miliar. Terkait dengan kabar miring tentang koperasi tersebut, sejumlah pengurus dan pengawas Koperasi Bhineka Husada RSUD telah memberikan keterangan resmi, tentang kondisi internal koperasi. Mereka terdiri atas Usman Haryono (ketua), Tinon Anindita (wakil ketua), Wawan Setiawan (sekretaris), Jumiati (bendahara), dokter Lucky (pengawas), dan Sri Joko Mulyono (anggota pengawas). Diharapkan anggota koperasi bisa mempertanyakan langsung kepada pengurus jika ada hal yang meragukan.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Kota Salatiga dokter Agus Sunaryo meminta agar Koperasi Karyawan Bhineka Husada RSUD mengantisipasi informasi tidak sedap terkait pengelolaan keuangan. Agus yang juga anggota koperasi, tidak ingin persoalan itu berdampak buruk terhadap kinerja karyawan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai Dirut RSUD, Agus mengaku, pengelolaan koperasi di luar wewenang dan tanggung jawabnya. Ia punya tanggung jawab moral tetapi tidak bisa intervensi, karena sudah ada pengurus dan pengawas koperasi.

Ia juga mendukung langkah adanya audit independen, yang akan menjadi acuan bagi pengurus dan pengawas koperasi, agar ke depan pengelolaan lebih baik. Nantinya keputusan anggota dalam Rapat Tahunan Koperasi menentukan keberlanjutan koperasi. (sas/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here