Berharap Pemkab Bantu Patenkan Batik Siwal

Desa Siwal, Kecamatan Kaliwungu

721
IDENTITAS DAERAH: Pengrajin batik di Desa Siwal saat memproduksi batik di rumahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
IDENTITAS DAERAH: Pengrajin batik di Desa Siwal saat memproduksi batik di rumahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Produk batik Desa Siwal begitu tersohor. Bahkan hasilnya pernah dipesan pihak istana Kepresidenan dan diekspor ke luar negeri.

Kades Siwal, Parnu mengungkapkan jika batik desanya masih diproduksi menggunakan cara tradisional. Corak batiknya memiliki ciri khas, yang mengutamakan corak kultur lokal. “Kalau Kabupaten Semarang ya Candi di Gedongsongo seperti itu coraknya,” katanya, Minggu (7/1).

Produksi batik juga menyedot tenaga kerja dari masyarakat setempat. Corak batik lain yaitu batik bergaris, krisna, serat kayu, serta corak daun. Bahkan corak serat kayu tersebut sudah diekspor hingga ke Amerika, Malaysia. Untuk batik corak daun saat ini banyak digunakan oleh pegawai di istana kepresidenan. Parnu mengatakan batik corak Krisna saat ini masih digunakan oleh perangkat desa di Kecamatan Kaliwungu.

Sayangnya, hingga kini batik tersebut belum memiliki hak paten. Parnu berharap Pemkab Semarang dapat membantu mematenkan batik Siwal.

“Saat ini batik corak krisna baru digunakan perangkat desa di Kecamatan Kaliwungu. Namun kalau corak serat kayu memang sudah banyak di ekspor,” katanya.

Salah satu pengrajin batik corak serat kayu dan  daun, Yono, 41, mengungkapkan batik proses produksi sudah dilakukan selama satu tahun. Bahan baku yang digunakan untuk corak serat kayu pun berbeda.

“Kalau batik serat kayu menggunakan kalsid yang biasanya untuk bangunan. Proses pengerjaannya hingga jadi membutuhkan waktu satu minggu,” ujarnya.

Meski belum banyak dikenal dipasaran lokal, namun batik dengan corak tersebut sudah merambah pasar ekspor. “Pemasarannya melalui perusahaan distributor Danarhadi Solo. Dari sana kemudian dikirim ke Amerika dan Malaysia,” tuturnya.

Untuk bahan baku batik corak daun lebih dikenal dikalangan istana kepresidenan. “Banyak pesanan dari sana (Istana Kepresidenan) untuk corak ini (corak daun),” ujarnya. Saat ini Yono yang berdomisili di Dusun Grenjeng Desa Siwal RT 2 RW 5 sudah mempekerjakan 10 orang. (ewb/zal)