Utamakan Transparansi Anggaran Desa

Desa Bakalrejo, Kecamatan Susukan

612
TRANSPARANSI: Pemdes Bakalrejo memajang penggunaan APBDes di depan kantor Kepala Desa Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRANSPARANSI: Pemdes Bakalrejo memajang penggunaan APBDes di depan kantor Kepala Desa Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Transparansi penggunaan APBDes 2017 menjadi prioritas tersendiri bagi Pemdes Bakalrejo, Kecamatan Susukan. Kepala Desa Bakalrejo, Abdullah mengungkapkan transparansi itu penting sebagaimana menjaga bentuk kepercayaan kepada masyarakat.

“Bentuk transparansi antara lain memajang penggunaan APBDes di kantor desa,” ujar Amdullah, Sabtu (6/1). Melalui transparansi tersebut, masyarakat dapat memonitor langsung segala penggunaan anggaran di desa.

Abdullah
Abdullah

Bahkan pihak Pemdes juga membuka rubrik aduan dan pertanyaan kepada warga yang ingin mengetahui penggunaan anggaran desa secara detil. “Kita juga jabarkan bentuk penggunaan anggaran di website desa kita, itu bisa diakses semua orang,” lanjutnya.

Selain transparansi Pemdes setempat juga kreatif yaitu kerap menggelar aktifitas yang berhubungan dengan kaderisasi pemuda. Kaderisasi pemuda merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Dimana hal tersebut diatur juga dalam penggunaan APBDes. Berbagai hal, seperti pemilihan umum ketua karang taruna yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Dimana saat itu, dua orang calon ketua mengikuti setiap tahapan pemilihan layaknya pemilihan umum.

Masing-masing calon juga melakukan kampanye dan menyampaikan visi dan misi untuk membangun generasi muda di desa tersebut. Menurut Abdullah, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat positif dapat merangsang kreatifitas.

“Saat pemilihan ketua karangtaruna kita juga melibatkan Pemdes untuk semakin semarak,” katanya. Di dalam karangtaruna, lanjutnya, ditekankan setiap pemuda untuk memiliki pemikiran kritis.

Selama ini, Pemdes yang ia pimpin tidak alergi apabila ada pemuda dari karangtaruna setempat yang mengkritik model kepemimpinannya dan pengelolaan pemerintahannya. Menurutnya, kritik yang membangun sangat perlu untuk pembangunan desa.

Keterbukaan tersebut yang saat ini masih di jaga oleh Pemdes setempat. Baik itu terbuka akan saran dan kritik dari masyarakat serta transparan dalam setiap penggunaan APBDes. Dijelaskannya, pembangunan sektor infrastruktur masih terus di kebut oleh pemdes setempat. Hal itu sesuai dengan kebutuhan desa. “Sesuai dengan regulasi DD (Dana Desa) memang untuk membangun infrastruktur,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur sendiri dilakukan secara swadaya masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat dalam setiap pembangunan infrastruktur juga memiliki banyak nilai kearifan lokal, diantaranya yaitu budaya gotongroyong yang masih terjaga. (ewb/bas)

Silakan beri komentar.