Tetap Praktek karena Dokter juga Pengabdian

360
KOLEGA : Sugeng Ibrahim bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto. (Dokumen pribadi)
KOLEGA : Sugeng Ibrahim bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto. (Dokumen pribadi)

RADARSEMARANG.COM – Putra pertama dari 7 bersaudara ini mengakui jika profesi yang dijalaninya hingga kini bukanlah keinginannya sendiri. Ia mengakui bahwa menjadi dokter adalah keinginan kedua orangtuanya. Profesi dokter dinilai mulia karena dibutuhkan oleh banyak orang.

“Saya mulai praktek itu tahun 1993 sampai sekarang. Dulu juga pernah praktek di beberapa puskesmas, yang satu harinya bisa minimal 150 pasien ditangani. Kemudian malam di praktek pribadi ada 50 orang,” tutur alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) tersebut.

Tidak berhenti hanya sebagai dokter umum saja, pada tahun 2014 ia memulai pendidikannya dengan mengambil Master Anti Aging Medicine di Universitas Udayana yang merupakan cabang baru. Oleh karena itulah, ia pun memiliki klinik kecantikan yang dijalankan di daerah tempat tinggalnya, Rembang.

Jadwal yang padat, diakui Sugeng menyita waktunya sebagai dokter. Jika dulu dalam satu minggu dirinya bisa melayani ratusan pasien, maka kini paling tidak sebulan ia menyempatkan dua minggu untuk pulang dan membuka praktek.

“Sedih juga sebetulnya, apalagi sejak jadi Bappilu ya. Pagi di Jakarta, malam sudah sampai Semarang lagi. Besoknya sudah harus di Jakarta lagi,” tutur bapak satu anak tersebut.

Terkadang, banyak pasiennya yang sudah menunggu saat dirinya pulang ke Rembang dan membuka prakteknya. Beberapa diantara mereka mengaku sedih karena selalu ditinggal oleh Sugeng. Sugeng bercerita banyak dari pasiennya kini yang sudah SMA bahkan ada juga yang menjadi aparat.

“Ada pasien saya yang sekarang malah sudah punya cucu, ada yang dulu saya sunat sekarang sudah jadi Polisi. Alhamdulillah semuanya masih komunikasi dengan baik sama saya. Cuma saya pangling, wah anake ngerti-ngerti wis gede,” selorohnya.

Tetap menjalankan profesinya sebagai dokter bukan sebagai jalan dirinya mendapatkan materi semata. Hal itu ia lakukan sebagai wujud pengabdian dan komitmennya untuk berkontribusi kepada masyarakat. Ia berharap, meski waktunya tersita sebagai politisi tidak serta merta membuatnya meninggalkan profesi yang telah dilakoninya belasan tahun. (tsa/ric)