33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

Satu Sumbangsih Bagi Bumi di Awal Tahun

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – EUFORIA kemeriahan natal 2017 dan tahun baru 2018 masih segar di ingatan kita. Gegap gempita perayaan  hampir dinikmati seluruh penduduk dunia, tak terkecuali bagi warga masyarakat  Indonesia. Ajang berlibur, berpergian, berkumpul dan bersantai bersama sanak keluarga menjadi suatu aktivitas yang seakan wajib tak terlewatkan.

Bagi para pelaku usaha khususnya pada sektor penyedia jasa penginapan atau industri perhotelan, momentum tahunan ini jelas sangat dinanti. Demi menarik para tamu pengunjung, setiap penginapan atau hotel berlomba-lomba menggelar sejumlah event bergengsi atau memeberikan tawaran paket-paket fasilitas menggiurkan. Alhasil, sesuai prediksi, dipastikan pada musim ini  semua kamar full terisi, bahkan biasanya  telah full di-booking pada jauh-jauh hari. Peningkatan jumlah tamu pengunjung  dapat melejit mencapai 100 persen  dibanding dengan hari-hari pekan biasanya.

Keuntungan berlipat yang diraup jelas tak diragukan. Namun pernahkah terlintas untuk menyediakan semua kenyamanan demi gelaran sesaat tersebut berbagai dampak justru  ditimbulkan. Ya, ada sumbangan terbesar di awal tahun yang  tanpa sadar kita berikan bagi bumi dengan menambah lagi tekanan lingkungan di mana tempat kita hidup.

Semakin membludaknya jumlah tamu pengunjung, semakin besar pula kebutuhan energi dan sumber daya  yang harus disediakan demi kenyamanan para tamu. Misalnya, dalam penggunaan listrik dan sumber daya air.

Penggunaan energi listrik untuk menjamin kelangsungan operasional dipastikan jauh lebih besar dari biasanaya. Lampu-lampu sebagai media  pencahayaan meskipun di waktu siang serta pendingin ruangan yang digunakan full non stop. Apakah aktivitas ini berpengaruh terhadap lingkungan? Tentu sangat berpengaruh. Kita tidak lupa bagaimana wacana global warming yang terus memanaskan suhu bumi, nah inilah salah satu sumbernya.

Kemudian bagaimana penyediaan sumber daya air? Perlu diketahui bersama, saat ini air bersih merupakan sumber daya yang terbatas. Dengan peningkatan jumlah tamu pengunjung yang menginap tentu konsumsi air bersih yang dibutuhkan akan meningkat pula. Hotel berbintang yang memiliki banyak kamar dengan  menyediakan bath tab dan kolam renang sebagai fasilitasnya akan semakin menambah penggunaan air. Belum lagi yang digunakan untuk memasak, mencuci piring, gelas serta mengepel lantai kamar, restoran dan ruang lobby hotel. Dapat kita perkirakan berapa liter air  bersih yang dipergunakan oleh hotel untuk melakukan aktivitasnya? Dan berapa liter pula buangan yang dihasilkan yang tidak diolah dan langsung dikeluarkan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Untag Ajak Masyarakat Ikuti Pelatihan Mediasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program Magister Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang bekerjasama dengan Badan Mediasi Indonesia (BaMi), kembali menggelar Pelatihan mediasi. BaMi...

Kalangan Perempuan Lebih Siap Bercerai

"Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) atau kekejaman jasmani, juga menjadi salah satu faktor perceraian meskipun tidak banyak, hanya 4 perkara yang kami data," Panitera...

Kebakaran Dipicu Lampu Minyak Tumpah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Penyebab kebakaran yang merenggut dua korban nyawa, ibu dan anak, di Jalan Bugangan Raya 25 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, masih diselidiki pihak kepolisian....

Percantik Kota Lama

Sejumlah petugas tampak mengerjakan renovasi pedestrian dikawasan Kota Lama Semarang, Jumat (6/10). Pedestrian baru tersebut diharapkan akan mempercantik kawasan tersebut.

Semarang Kekurangan Pialang Saham

SEMARANG – Industri pasar modal diyakini akan terus berkembang di tahun 2017 ini. Sayangnya, sumber daya manusia pada sektor tersebut belum cukup memadai. Di...

PKB Bakal Merapat ke PDIP

SEMARANG - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus berkomunikasi intensif dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk menjalin koalisi menghadapi Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Wakil Ketua...