33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Baru Dibangun, Taman Ambrol

Taman Sentiyaki Habiskan Rp 1,7 M

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Beberapa bagian proyek taman senilai Rp 1,7 miliar di lapangan sepakbola Sentiyaki Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, ambrol. Padahal proyek taman tersebut baru selesai dikerjakan pada 31 Desember 2017 lalu.  Proyek yang ditangani oleh kontraktor CV Sumber Energi itu mulai dikerjakan pada September lalu.

“Saya ikut prihatin, baru selesai dibangun kok ambrol. Padahal biaya pembangunan menghabiskan Rp 1,7 miliar lebih. Mengapa kualitasnya jelek?” kata salah satu warga, Zaenal Abidin, Sabtu (6/1).

Dikatakannya, sebagai warga Bulu Lor, ia mengaku sebetulnya senang sekali adanya pembangunan Taman Sentiyaki tersebut. Sebab, keberadaan taman tersebut bisa untuk rekreasi warga. “Apalagi dikasih jogging track juga. Warga bisa menikmati keindahan taman tersebut. Cuma pembangunan menyisakan sedikit masalah kualitas pembangunan yang jelek,” keluhnya.

Dengan adanya kualitas pembangunan yang jelek seperti itu, menimbulkan berbagai kecurigaan dan pertanyaan. Apakah pembangunan tersebut sesuai spek atau tidak? “Ini perlu ditindaklanjuti, saya berharap kejaksaan untuk turun tangan, apakah sudah sesuai spek apa belum?” katanya.

Sebelumnya, kata dia, memang tanah di sekitar lokasi taman tersebut sering dilewati truk proyek. Sehingga mengakibatkan kondisi tanah rusak. Tetapi apabila terjadi kerusakan tanah seharusnya diperbaiki oleh pihak kontraktor maupun Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang selaku pihak yang bertanggungjawab. “Sehingga warga bisa memanfaatkan taman dan lapangan tersebut, misalnya main sepakbola,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Muthohar, saat dikonfimasi terkait ambrolnya taman Sentyaki mengaku sudah mendengarnya. Pihaknya menegaskan telah menindaklanjuti masalah tersebut untuk langsung diperbaiki. “Sudah diperbaiki. Pihak kontraktor punya kewajiban dan tanggung jawab sampai masa pemeliharaan,” katanya.

Ditanya mengapa proyek pembangunan taman yang baru saja selesai dibangun bisa ambrol? Muthohar menjelaskan bahwa kejadian itu karena adanya hujan deras. “Kemarin malam hujan lebat, sehingga tidak mampu menahan dan ambrol,” ujarnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

8.700 Paket Sembako Habis Terjual

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 8.700 paket sembako yang disediakan Pemkot Pekalongan untuk pasar murah Ramadan habis terjual. Hal itu dikatakan Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota...

Minim Dana, Penegakan Perda Mandul

MEDAN-Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang dalam lawatannya ke Provinsi Sumatra Utara, Kamis (5/10) kemarin, studi banding dengan Satpol PP Kota Medan. Menyadari mandulnya...

PB Champion Cetak Sejarah

RADARSEMARANG.COM, KLATEN – Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Klaten semakin kompetitif. Di kejuaraan yang digelar untuk kali kedua di tahun 2017 ini, ternyata di semester kedua...

Pilih Pemimpin yang Ngopeni Madrasah

RADARSEMARANG.COM, BOYOLALI - Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang KH M Yusuf Chudlori mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang memiliki welas asih...

PBSI Cup Purworejo Kembali Bergulir

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO-Kejuaraan tingkat kabupaten atau Kejurkab Bulutangkis PBSI Cup, kembali bergulir di Kabupaten Purworejo. Kejuaraan yang mempertandingkan atlet – atlet bulutangkis khusus Kabupaten Purworejo...

Masih Takut, Batal Dikhitan Massal

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo kembali menyelenggarakan khitanan massal bagi anak-anak kategori kurang mampu, Rabu (27/12). Dari 120 anak...