DIKELUHKAN: Taman Sentiyaki di Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, yang mengalami ambrol, padahal baru selesai dibangun 31 Desember lalu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKELUHKAN: Taman Sentiyaki di Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, yang mengalami ambrol, padahal baru selesai dibangun 31 Desember lalu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Beberapa bagian proyek taman senilai Rp 1,7 miliar di lapangan sepakbola Sentiyaki Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, ambrol. Padahal proyek taman tersebut baru selesai dikerjakan pada 31 Desember 2017 lalu.  Proyek yang ditangani oleh kontraktor CV Sumber Energi itu mulai dikerjakan pada September lalu.

“Saya ikut prihatin, baru selesai dibangun kok ambrol. Padahal biaya pembangunan menghabiskan Rp 1,7 miliar lebih. Mengapa kualitasnya jelek?” kata salah satu warga, Zaenal Abidin, Sabtu (6/1).

Dikatakannya, sebagai warga Bulu Lor, ia mengaku sebetulnya senang sekali adanya pembangunan Taman Sentiyaki tersebut. Sebab, keberadaan taman tersebut bisa untuk rekreasi warga. “Apalagi dikasih jogging track juga. Warga bisa menikmati keindahan taman tersebut. Cuma pembangunan menyisakan sedikit masalah kualitas pembangunan yang jelek,” keluhnya.

Dengan adanya kualitas pembangunan yang jelek seperti itu, menimbulkan berbagai kecurigaan dan pertanyaan. Apakah pembangunan tersebut sesuai spek atau tidak? “Ini perlu ditindaklanjuti, saya berharap kejaksaan untuk turun tangan, apakah sudah sesuai spek apa belum?” katanya.

Sebelumnya, kata dia, memang tanah di sekitar lokasi taman tersebut sering dilewati truk proyek. Sehingga mengakibatkan kondisi tanah rusak. Tetapi apabila terjadi kerusakan tanah seharusnya diperbaiki oleh pihak kontraktor maupun Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang selaku pihak yang bertanggungjawab. “Sehingga warga bisa memanfaatkan taman dan lapangan tersebut, misalnya main sepakbola,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Muthohar, saat dikonfimasi terkait ambrolnya taman Sentyaki mengaku sudah mendengarnya. Pihaknya menegaskan telah menindaklanjuti masalah tersebut untuk langsung diperbaiki. “Sudah diperbaiki. Pihak kontraktor punya kewajiban dan tanggung jawab sampai masa pemeliharaan,” katanya.

Ditanya mengapa proyek pembangunan taman yang baru saja selesai dibangun bisa ambrol? Muthohar menjelaskan bahwa kejadian itu karena adanya hujan deras. “Kemarin malam hujan lebat, sehingga tidak mampu menahan dan ambrol,” ujarnya. (amu/aro)