33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Warga Temukan Bayi di Dalam Kardus

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Baran Dukuh Kidul, Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, dibuat geger dengan penemuan bayi di dalam kardus. Diduga, bayi perempuan yang baru lahir tersebut sengaja dibuang oleh orangtuanya.

Penemu bayi tersebut yaitu Eko Rini, 37, warga Baran Dukuh Kidul RT 01/RW 03, Kelurahan Baran. Kejadian bermula saat Eko tengah menonton televisi di dalam rumahnya Kamis (4/1) pukul 20.30 WIB.

Tiba-tiba terdengar suara lirih tangisan bayi. Ia pun merasa penasaran dan mencari-cari asal sumber suara tersebut. “Saya cari-cari seperti suaranya di dalam rumah tapi tidak ada,” ujarnya, Jumat (5/1).

Ia pun duduk kembali menonton televisi sembari memotongi kain. Tak berselang lama lagi, tangisan kedua bayi kembali ia dengarkan. Ia pun langsung mematikan televisinya untuk lebih mendengarkan tangisan bayi tersebut.

“Jarak pertama tangis bayi saya dengar sekitar 15 menitan, setelah itu tidak terdengar lagi. Saya sempat ngintip dari balik ruang tamu dengan membuka korden jendela, tapi tidak ada orang,” ujarnya.

Ia pun bergegas membuka pintu rumahnya. Tiba-tiba di teras samping rumahnya ia melihat ada kardus yang asing. Karena tidak berani mendekati kardus sendirian, akhirnya ia membangunkan saudaranya, Juwahir, 63.

Mereka berdua kemudian keluar melihat kardus di kursis teras samping rumah. Pelan-pelan mereka dekati kardus tersebut, dan suara bayi tersebut semakin jelas. Ia tidak menyangka ternyata di dalam kardus tersebut terdapat bayi yang sudah terbalut jarik.“Sekitar pukul 20.00 WIB, padahal pulang dari sini di teras belum ada kardus. Kemudian saya lapor kepada Pak RT Maryono, dilanjutkan ke Pak RW. Laporan diteruskan menuju Polsek Ambarawa,” imbuh Juwahir.

Dengan cepat, kabar penemuan bayi itupun langsung menyebar ke segala penjuru Kelurahan Baran. Puluhan warga setempat langsung membanjiri kediaman Eko. Bahkan hingga pukul 21.30 WIB, rumahnya masih ramai didatangi warga.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Ambarawa tiba dilokasi untuk melakukan pemeriksaan. Bayi pun langsung dibawa ke RSUD Ambarawa untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Ambarawa, Choirul mengatakan dari hasil pemeriksaan pihaknya bayi tersebut baru berumur 2-3 hari dengan berat badan 2,4 Kg, panjang badan 47 cm, lingkar dada 30 cm dan lingkar kepala 34 cm. “Saat dibawa, bayi mengalami hipotermia atau kedinginan,” kata Choirul.

Setelah pukul 23.00 WIB di UGD, gerakan bayi baik, aktif, menangis kuat, namun alat geraknya masih bersuhu dingin terutama tangan dan kakinya. Tali pusar bayi juga sudah nampak mengering dan sedikit agak bau. Kemudian, dari UGD langsung dirawat ke ruang bayi RSUD Ambarawa. “Sampai siang ini (Jumat), bayi dalam kondisi baik, stabil, menangis kuat dan refleks mengenyut dalam kondisi baik. Jadi sudah bisa minum susu,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Ambarawa AKP Slamet Mustamto mengatakan adapun barang bukti yang diamankan antara lain kardus dan jarik yang digunakan membalut bayi. “Kami sudah mintai keterangan terhadap lima orang saksi,” katanya.

Dikatakan Slamet, ia juga meminta warga setempat apabila melihat hal yang janggal segera menghubungi pihak yang berwajib. “Kami telah menyampaikan kepada warga sekitar Ambarawa kalau melihat ada yang janggal, dalam arti kalau ada warga yang hamil terus melahirkan tapi tidak ada anaknya untuk melapor,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sulit Menindak, Karena Tak Ada Laporan Korban

RADARSEMARANG.COM - PRAKTIK tukang gigi dan jasa pemasangan behel di Semarang seakan tidak ada matinya. Selain di offline, mereka juga menawarkan jasa secara online...

Manfaat Penggunaan IT dalam Implementasi Kurikulum 2013

RADARSEMARANG.COM - DALAM kurikulum 2013,  IT (teknologi informasi)  sebagai acuan pembahasan dalam pembelajaran IPS Terpadu MTs. Pada dasarnya, guru IPS di Kabupaten Batang memiliki...

Harga Ayam Potong Merosot

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Harga ayam potong di Pasar Rejowinangun mengalami penurunan drastis menjelang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah. Sementara itu, harga daging sapi belum...

Pernikahan Anak di Jateng Masih Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pernikahan anak di bawah umur, meski berisiko tinggi, masih sangat tinggi di Jateng. Terbukti, tahun 2016 lalu ada sekitar 30.000 pengajuan nikah di bawah...

Alarm Tanda Bahaya

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Hasil minor kembali diraih tim PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2018. Haudi Abdillah dkk harus puas bermain imbang 0-0 atas Madura...

Transportasi Daring Harus Diatur

BIAYA keluarga yang dikeluarkan untuk mengakses fasilitas publik (seperti transportasi umum) cukup mahal (kisaran 30-40 persen dari pendapatan), keberadaan transportasi daring menjadi pilihan. Tipikal...