Tri Handayanto Jadi Korban Pelampiasan

370

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Taufik Al Hakim, terdakwa kasus penganiayaan hingga menyebabkan warga Pekunden, Semarang Tri Handayanto meninggal dunia diancam pasal berlapis di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang, Yustiawati menjerat Taufik dengan pasal berlapis, yakni dengan Pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU Yustiawati mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada November 2017 lalu. Saat itu, terdakwa bersama pelaku lain yakni Septian Adhi Saputra dan Yudi Setiawan (disidang dalam berkas terpisah) mendatangi rumah Sonny untuk keperluan menanyakan keberadaan sepeda motor milik Septian, di daerah Pekunden Semarang Tengah. Sebelum berangkat, ketiganya sudah membawa alat berupa pisau dapur dan sangkur.

“Sesampainya di lokasi, para pelaku tidak menemukan Sonny, melainkan bertemu dengan korban Tri Handayanto dan Ratna Suharto Putri,” kata JPU Yustiawari dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Zaenal, kemarin.

Mereka menanyakan keberadaan Sonny. Karena tidak menemukan Sonny, para pelaku marah dan melampiaskan kepada Tri Handayanto. Terjadi cekcok antara pelaku dengan Tri hingga mereka mengeroyok Tri dan menusukkan pisau dan sangkur ke tubuh Tri.

Setelah itu para tersangka melarikan diri. Tri Handayanto tersungkur lemas dengan pendarahan cukup hebat. Korban sempat dilarikan ke RS Panti Wilasa Semarang, namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut dan dada.

Menanggapi dakwaan itu, kuasa hukum terdakwa Taufik Andi Dwi Oktavian menyatakan, tidak akan mengajukan keberatan atau eksepsi. Pihaknya meminta langsung ke pembuktian dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Kami akan membela hak-hak dari terdakwa dalam sidang pembuktian nantinya,”katanya singkat. (jks/zal)