33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Strategi Mencetak Madrasah Unggul

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – MADRASAH merupakan lembaga pendidikan formal setingkat sekolah, yang keberadaannya kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar, dikarenakan diidentikkan dengan pondok pesantren yang lulusannya dianggap tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, apalagi melanjutkan ke sekolah atau perguruan tinggi negeri (PTN). Madrasah sebagian besar dikelola oleh masyarakat, dan sebagian kecil dinegerikan oleh pemerintah dalam hal ini dikelola oleh Kementerian Agama.

Namun setelah terbitnya Undang-undang Sisdiknas Nomer 20, Tahun 2003, keberadaan madrasah mulai diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Ini memicu semangat para pendidik dan pengelola madrasah untuk menunjukkan eksistensi dan jati diri madrasah, yang selama ini termarjinalkan dapat menjadi madasah pilihan masyarakat.

Walaupun sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah namun masih banyak kendala yang dihadapi baik dari segi pengelolaan, pendanaan, pemenuhan sarana dan prasarana, kualitas pendidik maupun tenaga kependidikan, prestasi siswa, maupun kualitas lulusannya.   Implementasi dari adanya pengakuan pemerintah adalah dengan dikucurkannya bantuan-bantuan ke madarasah yang berupa bantuan operasional sekolah (BOS) dan beasiswa siswa miskin (BSM), namun masih ada kendala bahwa siswa Madrasah Ibtidaiyah tidak bisa mendapatkan bantuan opersional sekolah pendamping dari Provinsi Jawa Tengah. Dikarenakan, tidak mempunyai Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manuasia atas nama lembaga. Alhasil, BOS hanya menopang sebagian dana yang dibutuhkan madrasah tetapi cukup membantu dan meringankan beban madrasah.

Sulitnya mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah ini menyebabkan madrasah kesulitan untuk memenuhi standar sarana dan prasaran. Sehingga  ruang perpustakaan masih digabung  dengan ruang UKS ataupun dengan ruang yang lain. Kamar kecil (WC) tidak sesuai dengan kebutuhan siswa, lalu ketersediaan buku teks pelajaran juga masih kurang, karena droping dari pemerintah yang terbatas. Hal ini menyebabkan materi pelajaran yang disampaikan tidak bisa tepat waktu. Koleksi buku-buku perpustkaan yang minim, dikarenakan tidak ada penambahan koleksi baru, sehingga minat anak untuk berkunjung ke perpustakaan menjadi rendah. Hal itu ditambah, ruang bermain dan olahraga  kurang tercukupi karena ketersediaan lahan yang sempit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kunjungan SMP IT PAPB

RADARSEMARANG.COM - KEPALA SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Drs H Ramelan SH MH, didampingi Mulyono dan Usman Roin saat bersilaturahmi di kantor redaksi Jawa...

UU Kebudayaan Perkuat Identitas Bangsa

e+ Web Foto lainnya Pesan Terkirim MUNGKID--Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding menyatakan perkembangan era teknologi dan informasi yang begitu pesat bisa mengancam nilai nilai kebudayaan bangsa. Sebagai salah...

Gunakan Kaleng Bekas, Sudah Dipasarkan Hingga Kalimantan

RADARSEMARANG.COM - Tiga mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menciptakan alat pengusir tikus dari kaleng bekas. Namanya Kaldio. Bahkan, kini produknya tersebut sudah...

Jaga Stabilitas Harga, Sinergi BUMD Jakarta

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA – Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said memiliki trik khusus untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar. Yakni,...

Model Foto dan Presenter TV

BERPOSE dengan senyum yang manis di depan kamera sudah biasa dilakukan gadis cantik bertubuh tinggi ini. Dengan berbekal pengalamannya selama bertahun-tahun di dunia fotografi,...

Revitalisasi Kota Lama Harus Terpadu

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendukung penuh pengembangan Kota Lama menjadi destinasi wisata kelas dunia. Potensi yang ada di kawasan peninggalan Belanda itu sangat...