PNS Diminta Tak Ikut Campur

Duo Zaenal Arifin Bertarung di Pilkada

485

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Wakil Bupati Magelang, HM Zaenal Arifin SH mengingatkan PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Magelang untuk bersikap netral. Mereka diminta tidak berpihak kepada pihak-pihak tertentu menjelang Pilkada. Zaenal meminta para PNS tidak melakukan kegiatan politik praktis, apalagi menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye bagi salah satu calon.

“Para pejabat atau ASN atau PNS tidak usah ikut campur dalam kegiatan politik praktis. Kita semua sudah tahu bahwa ASN itu netral. Dia punya hak pilih, tetapi harus netral dan tidak condong kepada salah satu pihak,” kata Zaenal usai menghadiri apel pasukan dan simulasi pengamanan Pilkada 2018 di lapangan drh Soepardi, Mungkid, Jumat (5/1) kemarin.

Dikatakan, pelarangan ASN menjadi anggota maupun pengurus partai politik dan terlibat dalam kegiatan politik, tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Pasal 255 ayat 1 PP 11/2017 tertulis bahwa ASN dilarang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik. Kemudian, pada ayat kedua, ASN yang diketahui menjadi anggota parpol wajib mengundurkan diri secara tertulis. Zaenal kembali menekankan pelarangan fasilitas negara, baik berupa kendaraan dinas maupun anggaran negara, untuk kegiatan kampanye salah satu calon tertentu.

Seperti diketahui, baik bupati dan wakil bupati saat ini, kembali mencalonkan diri sebagai calon bupati. Wakil Bupati HM Zaenal Arifin SH diusung oleh koalisi 3 parpol: Golkar, PKS, dan Gerindra. Ia dipasangkan dengan Rohadi Pratoto.

Sedangkan bupati saat ini, Zaenal Arifin S.IP maju melalui jalur parpol PDIP. Meski belum ada pengumuman resmi dari DPP PDIP soal sosok yang mendapatkan rekomendasi, namun di internal PDIP berhembus kabar kencang bahwa rekomendasi turun untuk petahana Zaenal Arifin S.IP.

Pada Pilkada kali ini, PDIP berkoalisi dengan PKB. Karenanya, PKB mendapatkan jatah di posisi calon wakil bupati. Terkait majunya pasangan petahana, dikhawatirkan dukungan para PNS untuk kedua calon akan terbelah.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Magelang, Soeharno menyampaikan, Golkar, PKS, dan Gerindra sepakat berkoalisi mengusung pasangan HM Zaenal Arifin SH dan Rohadi Pratoto. “Kita bersama 3 parpol. Dan, masih memungkinkan dengan partai lain,” kata Soeharno. Tiga parpol tersebut sudah menjalin komunikasi politik secara intensif.

Catatan koran ini, Rohadi Pratoto adalah mantan Kepala Bappeda dan pernah maju di Pilkada 2013 menjadi calon bupati, berpasangan dengan M. Achadi (wakil ketua DPRD saat itu). Soeharno menyampaikan, Gerindra memiliki alasan khusus untuk mengusung Zaenal-Rohadi. “(Mengusung) Agar ada perubahan, tidak lagi terjadi korban, bagi para birokrasi dan berpihak pada rakyat,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang itu.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Kabupaten Magelang, Saryan Adiyanto, mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPP PDIP. “Belum ada surat resmi ke DPC, tapi apapun keputusannya, kami mengatakan bahwa seluruh kader tegak lurus perintah Megawati,” kata Saryan. Saryan menyampaikan, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk, akan dicalonkannya kembali incumbent Zaenal Arifin S.IP sebagai cabup Magelang. “Semua proses terbuka, siapapun punya peluang dan itu ada di DPP.” Terkait koalisi partai, Saryan menyampaikan, pihaknya sudah intensif membangun komunikasi dengan PKB, PPP, PAN, dan Demokrat. “Semua partai kita jalin komunikasi intensif.” (jpg/vie/isk)