Pemkab Bagikan 14 Ton Bawang Merah

463
BORONG: Bupati Demak HM Natsir dan Kepala Dinas Pertanian Ir Wibowo membeli bawang merah milik petani di Desa Tempel, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BORONG: Bupati Demak HM Natsir dan Kepala Dinas Pertanian Ir Wibowo membeli bawang merah milik petani di Desa Tempel, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemkab Demak kemarin memborong sebanyak 14 ton bawang merah milik petani di DesaTempel, Kecamatan Wedung  dan Desa Pasir, Kecamatan Mijen. Bawang tersebut kemudian didistribusikan ke para pegawai negeri sipil (PNS) lewat dinas instansi masing-masing.

Setidaknya, ada 7 ribu PNS yang diminta untuk membeli bawang merah petani tersebut.  Aksi peduli petani ini diperlukan lantaran harga bawang jatuh. Kemarin, Bupati Demak HM Natsir dan Kepala Dinas Pertanian Ir Wibowo mengawali memberikan contoh dalam membeli bawang merah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Demak, Ir Wobowo mengatakan, pembelian bawang merah milik petani ini sebagai salah satu cara agar petani dapat menikmati harga yang layak. “Kita beli bawang merah ini dengan harga Rp 15 ribu perkilogram. Dengan begitu, petani akan lebih untung,” katanya.

Saat ini harga bawang merah ditingkat petani hanya Rp 9 ribu perkilogram. Bahkan, saat panen pertama lalu harganya hanya Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu perkilogram. Wibowo menambahkan, sebelum dibeli, Pemkab telah mendata petani bawang merah yang kategori petani kecil. “Kita ambil petani yang kurang mampu,” ujarnya.

Menurutnya, di wilayah Kabupaten Demak terdapat 6.301 hektare lahan pertanian yang ditanami bawang merah. Dari sisi produksi, bisa menghasilkan 8,3 ton perhektare. Bupati Demak HM Natsir mengatakan, pihaknya telah meminta pemerintah pusat untuk membantu coolstorage atau tempat penyimpan hasil panen bawang merah. “Sebetulnya, gerakan PNS membeli bawang merah ini belum menjadi solusi. Karena itu, kita usulkan agar ada coldstorage tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Demak, Rozikan mengungkapkan, di Demak perlu dibangun pasar induk grosir khusus sayur mayuir, termasuk untuk menampuang penjualan bawang merah. “Ini agar dapat mengurangi risiko harga bawang yang murah. Dengan pasar tersebut, distribusi bawang akan lebih fokus,” katanya.

Dirjen  Sumber Daya Alam dan Tekhnologi Tepat Guna Kementerian Desa, Dr Suprapedi M.Eng menyambut baik Pemkab Demak yang telah menggalakkan gerakan PNS peduli petani bawang merah. Menurutnya, harga bawang jatuh telah membuat petani merugi. “Karena itu, kedepan peran BUMDes sangat dibutuhkan untuk ikut menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat, termasuk bawang merah ini,” katanya.

Dia  menuturkan, over produksi menjadi salah satu penyebab terjadinya harga bawang anjlok. Selain peran BUMDes, pemerintah akan menggandeng pihak perusahaan swasta untuk ikut menyerap bawang petani. “Perlu ada kontrak sehingga perusahaan betul betul membeli bawang petani tersebut,” ujarnya. (hib/bas)

Silakan beri komentar.