Asuransi-Kepala Cabang Pegadaian Karangturi Dul Trisno (Tengah) saat menyerahkan jaminan asuransi dan santunan kepada ahli waris nasabah yang meninggal. (tya)
Asuransi-Kepala Cabang Pegadaian Karangturi Dul Trisno (Tengah) saat menyerahkan jaminan asuransi dan santunan kepada ahli waris nasabah yang meninggal. (tya)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasabah Pegadaian kini tidak perlu khawatir barang yang digadaikan akan hilang apabila nasabah meninggal. Ini karena Nasabah Pegadaian kini sudah dijamin oleh asuransi.

“Ahli waris kini tidak perlu khawatir harus melunasi barang yang digadaikan, karena begitu nasabah meninggal otomatis pinjaman akan lunas. Barang yang dijaminkan nasabah juga akan dikembalikan kepada ahli waris dan masih ditambah uang santunan,” jelas Kepala Cabang Pegadaian Karangturi Dul Trisno, usai menyerahkan santunan kepada 3 ahli waris nasabah Pegadaian yang meninggal karena menderita sakit kanker.

Dijelaskan program asuransi untuk nasabah pegadaian ini sudah berlangsung Mei  2017. Pembayaran premi asuransi dimasukan ke dalam biaya administrasi dan sangat ringan antara Rp 100-Rp 1.500.

Barang Jaminan- Ahli waris Nasabah Pegadaian yang meninggal menerima penyerahan barang yang digadaikan. (tya)
Barang Jaminan- Ahli waris Nasabah Pegadaian yang meninggal menerima penyerahan barang yang digadaikan. (tya)

Asuransi ini memiliki banyak nilai mannfaat, diantaranya nasabah yang meninggal otomatis pinjamannya akan lunas, dan barang yang menjadi jaminan akan dikembalikan. Selain itu  masih ada satunan buat nasabah.

“Asuransi yang diberikan jika nabah meninggal dengan batasan Rp 100 juta, sedangkan untuk santunan maksimal Rp 2,5 juta. Meski jumlahnya tidak seberapa, tapi diharapkan dapat mengurangi beban ahli waris nasabah,” tambah Deputi Bisnis Pegadian Area Semarang Mochamad Choyin.

Ditambahkan asuransi ini tidak hanya berl;aku untuk nasabah, tetapi juga keluarganya. Misalnya ada anak yang mengalami kecelakaan akan mendapat santunan Rp 500 ribu, terjadi kebakaran, cacat tetap, beasiswa. Pemberian santunan ini diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saat ini total jumlah nasabah Pegadaian Cabang Karaturi tercatat  40.000 orang dengan jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp 300 miliar. Sedangkan dana untuk outstanding mencapai 90 miliar. Tahun ini ditargetkan dana outstanding mencapai Rp 110 miliar, sedangkan kredit Rp 350 miliar. Sedangkan NPL (kredit macet) hanya 1 persen.

Pegadaian sampai saat ini memiliki banyak produk, diantaranya Kredit Cepat Aman (KCA) yang dikenal sebagai gadai konvensional yang membrikan kontribusi terbesar (90%), Kredit Mikro untuk usaha, Arum haji. Saat ini pegadaian tengah mengembangkan kredit untuk kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat dengan bunga yang sangat ringan.

Sementara itu , Sugiyanti (40) istri Wahyu asih kurnianto, nasabah Pegadaian yang meninggal akibat kanker mengaku tidak tahu, kalau nasabah diasuransikan. Ahli waris nasabah ini baru mengetahui setelah akan mengangsur barang yang digadaikan, kalau barang tersebut akan dikembalikan kepada ahli waris dengan melampirkan persyaratan tertentu diantaranya surat kematian.

“Saya baru tahu ketika menerima SMS, barang yang digadaikan suaminya senilai Rp 6 juta sudah jatuh tempo dan akan dilelang. Saat datang ke Pegadaian dan ingin mengangsur Rp 1 juta, ternyata justru saya tidak perlu melunasi, karena nasabah sudah diasuransikan. Malah saya dapat santunan,” tutur Sugiyanti yang tidak luipa mengucapkan terima kasik kepada Pegadaian. (tya)