Nasabah Pegadaian Dijamin Asuransi

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasabah Pegadaian kini tidak perlu khawatir barang yang digadaikan akan hilang apabila nasabah meninggal. Ini karena Nasabah Pegadaian kini sudah dijamin oleh asuransi.

“Ahli waris kini tidak perlu khawatir harus melunasi barang yang digadaikan, karena begitu nasabah meninggal otomatis pinjaman akan lunas. Barang yang dijaminkan nasabah juga akan dikembalikan kepada ahli waris dan masih ditambah uang santunan,” jelas Kepala Cabang Pegadaian Karangturi Dul Trisno, usai menyerahkan santunan kepada 3 ahli waris nasabah Pegadaian yang meninggal karena menderita sakit kanker.

Dijelaskan program asuransi untuk nasabah pegadaian ini sudah berlangsung Mei  2017. Pembayaran premi asuransi dimasukan ke dalam biaya administrasi dan sangat ringan antara Rp 100-Rp 1.500.

Barang Jaminan- Ahli waris Nasabah Pegadaian yang meninggal menerima penyerahan barang yang digadaikan. (tya)
Barang Jaminan- Ahli waris Nasabah Pegadaian yang meninggal menerima penyerahan barang yang digadaikan. (tya)

Asuransi ini memiliki banyak nilai mannfaat, diantaranya nasabah yang meninggal otomatis pinjamannya akan lunas, dan barang yang menjadi jaminan akan dikembalikan. Selain itu  masih ada satunan buat nasabah.

“Asuransi yang diberikan jika nabah meninggal dengan batasan Rp 100 juta, sedangkan untuk santunan maksimal Rp 2,5 juta. Meski jumlahnya tidak seberapa, tapi diharapkan dapat mengurangi beban ahli waris nasabah,” tambah Deputi Bisnis Pegadian Area Semarang Mochamad Choyin.

Ditambahkan asuransi ini tidak hanya berl;aku untuk nasabah, tetapi juga keluarganya. Misalnya ada anak yang mengalami kecelakaan akan mendapat santunan Rp 500 ribu, terjadi kebakaran, cacat tetap, beasiswa. Pemberian santunan ini diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saat ini total jumlah nasabah Pegadaian Cabang Karaturi tercatat  40.000 orang dengan jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp 300 miliar. Sedangkan dana untuk outstanding mencapai 90 miliar. Tahun ini ditargetkan dana outstanding mencapai Rp 110 miliar, sedangkan kredit Rp 350 miliar. Sedangkan NPL (kredit macet) hanya 1 persen.

Pegadaian sampai saat ini memiliki banyak produk, diantaranya Kredit Cepat Aman (KCA) yang dikenal sebagai gadai konvensional yang membrikan kontribusi terbesar (90%), Kredit Mikro untuk usaha, Arum haji. Saat ini pegadaian tengah mengembangkan kredit untuk kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat dengan bunga yang sangat ringan.

Sementara itu , Sugiyanti (40) istri Wahyu asih kurnianto, nasabah Pegadaian yang meninggal akibat kanker mengaku tidak tahu, kalau nasabah diasuransikan. Ahli waris nasabah ini baru mengetahui setelah akan mengangsur barang yang digadaikan, kalau barang tersebut akan dikembalikan kepada ahli waris dengan melampirkan persyaratan tertentu diantaranya surat kematian.

“Saya baru tahu ketika menerima SMS, barang yang digadaikan suaminya senilai Rp 6 juta sudah jatuh tempo dan akan dilelang. Saat datang ke Pegadaian dan ingin mengangsur Rp 1 juta, ternyata justru saya tidak perlu melunasi, karena nasabah sudah diasuransikan. Malah saya dapat santunan,” tutur Sugiyanti yang tidak luipa mengucapkan terima kasik kepada Pegadaian. (tya)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Manasik Haji dan Peduli Rohingya

WONOSOBO—Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo, selama dua hari, Jumat-Sabtu (29/30/9) lalu menggelar istighosah dan manasik haji. Pesertanya, seluruh siswa. Harapan pihak MAN, pengetahuan ke-Islaman...

Kementan Terjunkan Tim Khusus Tangani Antraks

UNGARAN–Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan tim khusus sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus antraks ke daerah lain. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan saat...

Kelas Jauh, Perguruan Tinggi Kejar Profit

SEBENARNYA hampir semua perguruan tinggi pernah membuka kelas jauh. Bahkan, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) juga dulunya memiliki kelas jauh...

Kuota PPDB Online Belum Terisi

WONOSOBO - Hingga H-1 batas akhir Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online bagi 16 SMP Negeri di Wonosobo, ternyata belum semua kuota terisi. Dari...

More Articles Like This

- Advertisement -