Fokus Massa dan Politik Uang

545
LATIHAN BIASA: Pasukan Dalmas menghalau massa pada simulasi pengamanan Pilkada Kabupaten Magelang di lapangan drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Magelang, Jumat (5/1) kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
LATIHAN BIASA: Pasukan Dalmas menghalau massa pada simulasi pengamanan Pilkada Kabupaten Magelang di lapangan drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Magelang, Jumat (5/1) kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM – POLRES Magelang mulai memetakan kerawanan Pilkada 2018 mendatang. Sebanyak 825 personel disiagakan untuk mengamankan proses demokrasi lima tahunan tersebut. Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo mengatakan, di Kabupaten Magelang ada 2.625 tempat pemungutan suara (TPS). Sebanyak dua anggota Polri, dibantu 18 Linmas ditempatkan di sembilan TPS. “Pola pengamanan berdasarkan identifikasi mapping,” kata Hari usai memimpin apel pasukan dan simulasi pengamanan Pilkada 2018 di lapangan drh Soepardi, Mungkid, kemarin.

Hari menyampaikan, pihaknya menerjunkan ratusan anggotanya bersama TNI, Linmas, dan mitra Kamtibmas lainnya untuk mengamankan Pilkada. Pengamanan dimulai dari tahap awal Pilkada. Mulai tahap pendaftaran bakal pasangan calon, kampanye, hingga pemungutan suara. “Tanggal 8 Januari mendatang, sudah mulai pendaftaran pasangan calon bupati dan wabup di KPU.”

Pihaknya akan fokus pada sejumlah potensi ancaman. Seperti pengerahan massa hingga praktik politik uang. “Permasalahan yang muncul dan wajib kita antisipasi adalah pengerahan massa, sehingga dikhawatirkan terjadinya kerusuhan. Selain itu, adanya praktik politik uang yang jamak terjadi, kita wajib antisipasi.” Untuk diketahui, Kabupaten Magelang akan menggelar Pilkada lokal memilih calon bupati dan wakil bupati pada Juni mendatang. Bersamaan dengan itu, juga berlangsung pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah.

Latihan pengamanan Pilkada juga dilakukan di Temanggung. Sama seperti Kabupaten Magelang, Temanggung juga akan menggelar Pilkada lokal untuk memilih calon bupati dan wakilnya pada Juni mendatang. Maka, untuk memastikan dan memantapkan kesiapan pengamanan Pilkada, ratusan personel TNI-Polri, Linmas, Satpol PP, dan beberapa satgas ormas, menggelar apel Mantab Praja Pilkada 2018. Lokasinya, di halaman Gedung Pemuda, Jumat (5/1) kemarin.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Eko Prasetyo menyampaikan, pihaknya menerjunkan 950 personel dari unsur TNI-Polri, dibantu Linmas, Satpol PP, dan satgas-satgas untuk pengamanan tahapan Pilkada. Wiyono menjelaskan, TNI-Polri telah berkomitmen netral dalam Pilkada. Netral dalam arti tidak mendukung salah satu kandidat dan tidak mencoblos. “TNI dan Polri akan fokus pada pengamanan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan pada ancaman konflik sosial.”

Wiyono meminta warga yang berkampanye untuk menaati aturan dan turut menjaga keamanan serta ketertiban. “Kampanye jangan sampai menganggu orang lain yang beraktivitas, sehingga warga bisa enjoy beraktivitas, tidak ada ketakutan.”

Dandim 0706/Temanggung Letkol Arm Yusuf Setiaji menuturkan, pihaknya menyiapkan 341 personel, baik yang statis dan mobile. “Selama setahun ini, kami (Kodim 0706/Temanggung, red) melakukan upaya pencegahan dengan melakukan komunikasi sosial di masyarakat yang dilakukan Koramil bersama Polsek.” (vie/san/isk)