Didenda 50 Ribu, Pilih Masuk Penjara

470

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Lima pengamen yang terjaring razia tim Sabhara Polres Salatiga menjalani persidangan tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Salatiga kelas IB, Kamis (4/1). Sehari sebelumnya mereka terjaring razia di sejumlah perempatan dan terminal.

Mereka didakwa melanggar Perda Kota Salatiga No 1 Tahun 2016 Pasal 40 Ayat (1) Huruf b yakni mencari penghasilan dan/atau mengemis di tempat-tempat yang dapat mengganggu lalu lintas jalan. Razia dilaksanakan terkait dengan adanya kasus penganiayaan siswa SMP 5 Salatiga oleh sejumlah anak jalanan. Korban dikeroyok sekitar 10 anak di kebun kosong samping Ponpes Alfalah, Grogol serta dirampas uangnya.

Kasubag Humas Polres Salatiga Kompol I Nyoman Suasma menuturkan, dari 11 pengamen dan anak jalanan yang terjaring, 5 orang disidangkan ke Pengadilan Negeri Kota Salatiga. Sementara 6 anak lainnya mendapat pembinaan oleh Sat Sabhara Polres Salatiga. “Sidang Tipiring dipimpin Hakim Ketua Yesi Akhista SH, dengan panitera Sri Teguh Waluyo SH, dan penggugat Aiptu Opik Sabhana,” ujar Nyoman.

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa telah terbukti melanggar perda karena tidak bisa menunjukkan identitas diri. Para terdakwa djatuhi vonis denda sebesar Rp 50 ribu dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar diganti dengan hukuman kurungan selama 3 hari dan biaya administrasi sebesar Rp 2.000.

Tiga terdakwa yakni Arif Hidayat, Risky Ardiyanto, dan Joko Riyadi ternyata tidak sanggup membayar denda yang ditetapkan. Sehingga ketiga anak yang sudah lebih dari sekali terjaring razia ini harus menjalani hukuman penjara selama 3 hari. (sas/ton)