25.7 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Siswa SMP Dianiaya Anjal

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ferdy, siswa kelas 7 SMP Negeri 5 Salatiga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah anak jalanan, Selasa (2/1) lalu. Polres Salatiga yang mendapatkan laporan langsung melakukan operasi pekat dengan melakukan razia terhadap anak jalanan di sejumlah titik.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, penganiayaan dilakukan di sebuah kebun kosong di daerah Dukuh. Saat kejadian, korban yang pulang sekolah bermaksud menuju rumah temannya Wisnu yang beralamat di sekitar Sekolah Internasional. Namun karena tidak ketemu, akhirnya Ferdy berjalan kaki menuju rumah rekan lainnya, Farly yang berada di Jalan Kresna.

Saat sampai di sebuah kebun yang tidak jauh dari SMP 5, tiba-tiba ada sekitar 10 anak turun dari truk dan memanggil korban. Karena takut, korban melarikan diri ke arah sekolah dan dikejar oleh anak – anak itu. Sebelum sampai di sekolah, korban ditangkap para pelaku dan dibawa ke kebun kosong tak jauh dari pabrik Wonder.

Di lokasi tersebut korban dikeroyok para pelaku. Selain itu, uang Rp 15 ribu milikinya juga diminta paksa sebelum akhirnya dilepaskan oleh pelaku. Karena hujan, korban berteduh di warung dekat lokasi dan akhirnya pulang berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian.

Orang tua korban selanjutnya mengadukan permasalahan ini ke pihak sekolah. Pihak sekolah kemudian meneruskan laporan ke polisi. “Kasus ini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian,” jelas Kepala SMP 5 Salatiga Dwi Hartati.

Sehari kemudian, Polres Salatiga menggelar operasi pekat. Hasilnya, 11 anak jalanan yang juga pengamen diamankan. Rinciannya 4 pengamen diamankan di perempatan Jetis, 1 orang di perempatan Warung Sawah Pulutan dan 6 orang di perempatan Kecandran. Salah satu di antara pengamen tersebut ada yang membawa senjata tajam.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas Kompol I Nyoman Suasma menuturkan, kegiatan ini dilakukan untuk menimbulkan rasa aman bagi para pengguna jalan. “Mereka yang tertangkap razia dan diketahui melanggar langsung dikenakan tipiring,” jelas Suasma, Kamis (4/1). (sas/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -