OPERASI PEKAT: Tim Sabhara Polres Salatiga saat melakukan razia anak jalanan di sejumlah titik di Salatiga. (IST)
OPERASI PEKAT: Tim Sabhara Polres Salatiga saat melakukan razia anak jalanan di sejumlah titik di Salatiga. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ferdy, siswa kelas 7 SMP Negeri 5 Salatiga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah anak jalanan, Selasa (2/1) lalu. Polres Salatiga yang mendapatkan laporan langsung melakukan operasi pekat dengan melakukan razia terhadap anak jalanan di sejumlah titik.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, penganiayaan dilakukan di sebuah kebun kosong di daerah Dukuh. Saat kejadian, korban yang pulang sekolah bermaksud menuju rumah temannya Wisnu yang beralamat di sekitar Sekolah Internasional. Namun karena tidak ketemu, akhirnya Ferdy berjalan kaki menuju rumah rekan lainnya, Farly yang berada di Jalan Kresna.

Saat sampai di sebuah kebun yang tidak jauh dari SMP 5, tiba-tiba ada sekitar 10 anak turun dari truk dan memanggil korban. Karena takut, korban melarikan diri ke arah sekolah dan dikejar oleh anak – anak itu. Sebelum sampai di sekolah, korban ditangkap para pelaku dan dibawa ke kebun kosong tak jauh dari pabrik Wonder.

Di lokasi tersebut korban dikeroyok para pelaku. Selain itu, uang Rp 15 ribu milikinya juga diminta paksa sebelum akhirnya dilepaskan oleh pelaku. Karena hujan, korban berteduh di warung dekat lokasi dan akhirnya pulang berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian.

Orang tua korban selanjutnya mengadukan permasalahan ini ke pihak sekolah. Pihak sekolah kemudian meneruskan laporan ke polisi. “Kasus ini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian,” jelas Kepala SMP 5 Salatiga Dwi Hartati.

Sehari kemudian, Polres Salatiga menggelar operasi pekat. Hasilnya, 11 anak jalanan yang juga pengamen diamankan. Rinciannya 4 pengamen diamankan di perempatan Jetis, 1 orang di perempatan Warung Sawah Pulutan dan 6 orang di perempatan Kecandran. Salah satu di antara pengamen tersebut ada yang membawa senjata tajam.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas Kompol I Nyoman Suasma menuturkan, kegiatan ini dilakukan untuk menimbulkan rasa aman bagi para pengguna jalan. “Mereka yang tertangkap razia dan diketahui melanggar langsung dikenakan tipiring,” jelas Suasma, Kamis (4/1). (sas/ton)