RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Koalisi Poros Tengah yang dihuni Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih nggrambyang. Hingga saat ini belum menentukan sikap meski Jendral TNI Gatot Nurmantyo sudah memberi sinyal menolak dibawa ke Pilgub Jateng.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono menjelaskan, pihaknya masih bertahan untuk membentuk koalisi poros. Terlebih, masing-masing DPP ketiga partai belum memberi instruksi untuk merapat ke PDIP atau koalisi pengusung Sudirman Said.

“Kami akan tetap membentuk poros tengah. Tidak akan jadi follower. Ini akan menjadi kajian yang sangat intens terutama mengenai tahapan mencari sosok calon gubernur yang layak,” terangnya, Rabu (4/1).

Meski nama Gatot sudah keluar dari radar kolaisi poros tengah, Iqbal mengaku masih mengantongi sejumlah nama yang dirasa layak memimpin Jateng. Seperti Ketua DPD Partai Golkar Wisnu Suhardono dan Sekda Jateng Sri Puryono. “Kami akan meyakinkan masyarakat, baik secara intelektual atau secara wawasan, bagaimana membangun Jateng lebih besar,” imbuhnya.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jateng, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi menambahkan, meski belum menentukan figur, bukan berarti tidak serius dalam menghadapi pertaruangan politik pada Pilgub Jateng mendatang.

Dijelaskan, sejak beberapa pekan lalu, pihaknya sudah menggelar beberapa acara. Ternyata, banyak pihak yang mendukung ketiga partai itu untuk membentuk poros baru. Salah satunya karena alasan edukasi politik pada Pilkada Jateng.

Yoyok mengaku belum punya cadangan figur selain Gatot. “Sementara cari gubernur dulu. Wakil malah belum dipikirkan. Pendaftaran ke KPU kan tanggal 8-10 Januari. Mungkin pas hari-hari itu,” tegasnya. (amh/zal)