Perpusdes Wonokerto Tingkatkan Minat Baca

747
KREATIF: Kepala Desa Wonokerto Muh Zuhdi saat menata tumpukan buku yang ada di Perpusdes Cempaka, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Kepala Desa Wonokerto Muh Zuhdi saat menata tumpukan buku yang ada di Perpusdes Cempaka, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Untuk meningkatkan minat baca warga Pemdes Wonokerto Kecamatan Bancak ini menyediakan Perpusdes (perpustakaan desa). Kepala Desa (Kades) Wonokerto, Muh Zuhdi mengatakan ide pembuatan perpusdes tersebut dilatarbelakangi karena rendahnya minat baca pada masyarakat.

Hal tersebut yang mendorong pihaknya untuk mendirikan Perpusdes. “Agar masyarakat gemar membaca dan dapat meningkatkan kualitas SDM,” kata Zuhdi, Kamis (4/1).

Untuk meningkatkan jumlah pembaca di Perpusdes yang bernama ‘cempaka’, pihaknya juga melakukan sistem jemput bola. Dimana pihak Pemdes menyediakan dua kendaraan yang digunakan untuk petugas perpusdes keliling desa. “Misalnya saat pos ronda petugas keliling membawa ratusan biku dan juga sering ngepos di posyandu serta PAUD,” katanya.

Melalui teknik tersebut ia berharap dapat meningkatkan minat baca warga. Apalagi buku yang disediakan juga bermacam-macam. Sebanyak 3000 buku berbagai jenis disediakan dari pihak Pemdes Wonokerto.

Saking banyaknya buku yang disediakan, banyak masyarakat dari luar desa juga memanfaatkan. Seperti halnya mahasiswa KKN dan siswa sekolah. “Jenis bukunya keagamaan, teknologi, pertanian, sekolah, novel, sudah cukup komplit,” katanya.

Banyaknya dimanfaatkan oleh siswa dikarenakan disediakan tempat yang nyaman dan fasilitas yang cukup. Perpusdes tersebut dilengkapi dengan tempat membaca yaitu gazebo berukuran 4×4 meter, selain di dalam bangunan Perpusdes sendiri.

Selain itu, kedepan akna dilengkapi fasilitas internet yang dapat digunakan untuk brosing. Untuk meminjam buku di Perpusdes tersebut tidaklah sulit. Peminjam tinggal mendaftar menjadi anggota perpusdes Cempaka dan tidak dipungut biaya sepeserpun.

Meski sudah banyak, pihak Pemdes masih berencana untuk menambah jumlah koleksi buku. “Kita kerjasama dengan Korpri Kecamatan Bancak apabila punya buku bisa dihibahkan ke perpustakaan cempaka ini,” katanya.

Perpusdes Cempaka sendiri didirikan sejak 2011 silam yang awalnya hanya 300 buku saja. Seiring waktu jumlah buku terus bertambah hingga mencapai 3000 lebih. Kesemuanya diperoleh dari hibah Pemkab Semarang serta dari mahasiswa yang KKN di desa tersebut. “Kemudian ada perpustakaan tingkat kabupaten dan peduli dan dihibahi. Disamping hibahan dari mahasiswa yang KKN,” katanya. (ewb/bas)