DUA MASIH BURON : Petugas berhasil menangkap Muhammad Khairul Rozak, 22, Warga Desa Kadipaten, Kecamatan Wiradesa, pelaku utama pengeroyokan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
DUA MASIH BURON : Petugas berhasil menangkap Muhammad Khairul Rozak, 22, Warga Desa Kadipaten, Kecamatan Wiradesa, pelaku utama pengeroyokan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Batang resmi luncurkan ruang Pojok Pengawasan. Di tempat yang juga dimiliki oleh setiap kantor panitia pengawasan kabupaten atau kota, ini untuk mengajak masyrakat mojok dengan berdiskusi. Bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pada  pemilihan umum (Pemilu).

“Pada prinsipnya program ini sebagai perwujudan amanat Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017, di mana ada pengawasan partisipatif yang harus melibatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif,” jelas Koordinator Divisi Kelembagaan, Organisasi dan SDM  Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Sri Sumanta saat melaunching Pojok Pengawasan di Kantor Panwas Kabupaten Batang, Kamis (4/1/18).

Pojok Pengawasan diharapakan bisa menjadi wadah yang mampu membuat atau menciptakan sinergi antara pengawas dengan rakyat.

“Ini untuk membangun komunikasi yang baik dalam pengawasan pemilu sehingga akan tercipta sinergitas antar pengawas dengan rakyat,” tegasnya.

Ketua Panwas Kabupaten Batang Ahmad Surharto mengatakan, dengan adanya Pojok Pengawasan ini, diharapakan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Batang. Karena pihaknya memang berharap masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu, sehingga mengetahui mana yang masuk dalam pelanggaran pemilu.

“Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan Pojok Pengawasan untuk berkoordinasi dan komunikasi dan juga bagi pelajar untuk belajar sebagai pengawas pemilu,” ucap Ahmad Suharto. (han/zal)