Nikah Wajib Tanam Pohon

320
PEDULI LINGKUNGAN : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi, saat melakukan MoU dengan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, tentang Program Inovasi Calon Pengantin Menanam, disaksikan Bupati Pekalongan, Asip KHolbihi. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI LINGKUNGAN : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi, saat melakukan MoU dengan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, tentang Program Inovasi Calon Pengantin Menanam, disaksikan Bupati Pekalongan, Asip KHolbihi. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Mulai tahun 2018 ini, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mewajibkan warganya yang akan menikah untuk menanam dua pohon di wilayahnya sebelum melakukan akad nikah. Kebijakan tersebut menjadi syarat oleh Kemenag Kabupaten Pekalongan.

Kebijakan untuk kebaikan lingkungan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Tim Penggerak PKK dengan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, tentang Program Inovasi Calon Pengantin Menanam, Kamis (4/1).

Dalam kesepakatan tersebut, calon pengantin diwajibkan menanam dua pohon, dengan disaksikan oleh para wali, setelah itu dari pihak KUA atau Kemenag baru akan menikahkan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan, kebijakan tersebut demi penghijauan dan menjadi warisan generasi penerus. Menurutnya,  jika satu bulan ada 800 pernikahan, maka akan ada 1.600 pohon baru yang ditanam oleh kedua pasangan pengantin.

Pohon yang ditanam adalah pohon produktif, seperti pohon buag mangga, rambutan atau pohon apa pun, yang hasilnya kelak dapat dinikmati oleh anak cucuk mereka, dan tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Coba bayangkan jika sebulan ada 1.600 pohon yang ditanam, dari 800 pasangan pengantin, maka dalam satu tahun saja, sudah lebih dari 16 ribu pohon yang ditanam,” ungkap Bupati Asip, di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan.

Bupati Asip juga megatakan sudah saatnya pegawai Kemenag, untuk terus berinovasi dengan perkembangan zaman dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, dengan pelayanan yang terbaik dan menyenangkan.

“Saatnya kini kita menjadi pelayan masyarakat yang baik. Program yang sudah baik, kita tingkatkan. Tetapi kita tidak boleh berhenti di situ saja, inovasi-inovasi seperti yang dilakukan oleh Menteri Agama sangat saya butuhkan,” kata bupati. (thd/zal)

Silakan beri komentar.