Menjadi Smart Teacher di Era Smartphone

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM – DI zaman yang serba canggih saat ini, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran menjadi sedikit bergeser. Dengan kemajuan zaman, kita temukan berbagai barang canggih yang hampir semua peserta didik memiliki, yaitu smartphone atau handphone Android. Peserta didik dengan mudah dapat mengakses berbagai berita dan menggali semua informasi melalui android tersebut. Namun adakalanya peran smartphone tidak digunakan sebagaimana mestinya, seperti hanya untuk main game, sekadar mendengarkan musik, menonton berita yang tidak perlu atau kurang mendidik bahkan terkadang peserta didik mengambil berita hal-hal yang belum pantas untuk dirinya.

Hal inilah yang menjadikan kekhawatiran para orang tua peserta didik, guru serta praktisi pendidikan lainnya. Untuk itu penggunaan smartphone oleh orang tua peserta didik dibatasi. Untuk itulah peran guru dalam memberikan pendidikan tentang pemanfaatan smartphone di era ini menjadi semakin urgen. Apalagi di abad 21 ini peserta didik menghadapi berbagai tantangan yang mesti diselesaikan agar dapat menjadi masyarakat abad 21. Peserta didik harus memiliki karakter yang memiliki kemampuan 4C, yaitu communication, collaboration, critical thinking, dan creativity and innovation. Oleh karena itu, siswa dapat menggunakan berbagai sumber informasi untuk meningkatkan kemampuannya baik di bidang akademik maupun non akademik.

Menghadapi tantangan-tantangan zaman, tentunya guru harus mengubah paradigmanya dalam mengajar, dari yang berpusat pada guru (teacher oriented) menjadi berpusat pada peserta didik (students oriented), dari mengajar menjadi membelajarkan peserta didik dengan menggunakan berbagai sumber belajar dan membuat atau menciptakan suasana belajar yang kondusif. Guru dituntut mengadakan pembaharuan, di antaranya dalam penggunaan strategi atau model pembelajaran (Aritta Megadomani: 1).

Dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, guru hendaknya harus memperhatikan dan mengimplementasikan kebijakan pemerintah dalam pendidikan, yaitu Permendiknas nomor 16 tahun 2007. Kebijakan pemerintah melalui pendidikan tahun ini adalah Program Penguatan Karakter (PPK), yaitu program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik yang bekerjasama dengan sekolah dan masyarakat untuk menciptakan dan merubah mental peserta didik menjadi mandiri dan berintegritas tinggi.

Sejak dicanangkannya program SMA Rujukan di Indonesia pada tahun 2016 dan  SMA Negeri 1 Jepara merupakan satu-satunya SMA Rujukan di Jepara yang ditunjuk oleh pemerintah setempat, maka sekolah inipun mulai berbenah agar bisa menjadi SMA Rujukan seperti harapan pemerintah. Berbagai programpun dijalankan oleh pihak sekolah untuk membekali guru dan peserta didik. Adapun program yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan IT para guru adalah dengan mengadakan IHT (In House Training) di bidang IT yang bertujuan untuk meningkatkan dan membekali  guru di bidang IT tersebut agar tidak tergerus oleh perubahan zaman. Tentu saja dengan mendatangkan para ahli atau pakarnya. Misalnya saja program Mobile Learning yang dilaksanakan pada bulan Juli 2016 dengan pakar dari BPMPK, program  E-Raport di bulan September 2016 dengan pakar dosen IT PPS UNNES, serta program terakhir adalah pembuatan E-Modul di bulan Oktober 2017 dengan ahli teman sejawat yang telah memperoleh pelatihan.

Dengan adanya program tersebut, para gurupun antusias mengikutinya. Setelah mengikuti pelatihan, gurupun dapat membuat aplikasi program tersebut di HP Android agar dapat dipelajari lebih mudah, simpel, menarik dan memberikan tantangan tersendiri. Peserta didikpun menjadi semakin mandiri dan lebih kreatif dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan dirinya. Alhasil, peserta didik menjadi tidak bosan dengan mata pelajaran yang diberikan, sebab pembelajaran masih bersifat konvensional. Selain itu peserta didik dapat berkomunikasi dan memiliki oleh pikir (literasi) yang sangat baik. (*/aro)

SMA Negeri 1 Jepara

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Enjoy Kerja di Humas

RIZKI Ratna Handayani sehari-hari menjadi Staf Humas Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Wanita asli Kalimantan Selatan ini adalah alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jurusan...

Jamin Aman Selama Natal dan Tahun Baru

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Untuk memastikan kecukupan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dagkop-UKM) Kabupaten Magelang, turun ke pasar-pasar tradisional maupun...

Bantu Air Minum bagi Korban Longsor

UNGARAN–Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Central Java memberikan bantuan kepada korban bencana alam tanah longsor di Purworejo dan Kebumen. Bantuan berupa air minum kemasan...

Tim Akan Cek Kelaikan Wahana Dugderan

BALAI KOTA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang tidak akan mengeluarkan izin K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang diajukan pengelola wahana...

More Articles Like This

- Advertisement -