33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Longsor, Material Talud Terjang Rumah

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Semarang mengakibatkan bencana longsor di Lingkungan Kaligawe Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Rabu (3/1) malam.

Talud setinggi lebih dari tiga meter dan panjang 12 meter meluluh lantahkan bagian rumah warga setempat, Sumari, 70. Bagian belakang rumahnya hancur lantaran diterjang material tebing yang longsor. Sumari menceritakan kejadian berawal saat hujan lebat pada pukul 19.00 WIB.

Karena debit hujan yang tinggi talud yang berada persis di belakang rumahnya tak mampu menampung resapan air. “Saya berada di kamar mandi dan mendengar suara gemuruh dari bagian belakang rumah,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/1).

Saat kejadian tersebut listrik padam dan beberapa anaknya lari keluar rumah karena takut terjadi sesuatu. Ia sendiri masih berada di kamar mandi. “Anak saya, Suyoto, 40, terus lari keluar rumah. Cucu saya, Fadil, 9, saat itu masih tidur di kamar,” katanya.

Dikatakannya, ia bertahan di dalam kamar mandi lantaran minmnya penerangan yang diakibatkan listrik padam. “Tetap di kamar mandi meski saat itu suaranya dari rumah bagian belakang gemuruh sekali,” ujarnya.

Tak berselang lama, anaknya yaitu Sutoyo langsung masuk kembali ke dalam rumah membawa penerangan seadanya. Sumari yang masih ada di dalam kamar madi digedor untuk diselamatkan. “Takut bagaimana-bagaimana anak saya langsung menggedor saya di kamar mandi dan saya di ajak keluar rumah,” ujarnya.

Cucunya, Fadil juga langsung diangkut oleh Sutoyo keluar rumah. Setelah listrik kembali nyala, baru diketahui jika rumah bagian belakang miliknya hancur berantakan karena diterjang material longsor.

Saat ini kondisi rumah Sumari miring, akibat dampak terjangan material longsor dari talut belakang rumahnya. “Saya ngungsi di rumah anak saya yang lain yang juga satu kelurahan,” ujarnya.

Talud yang longsor tersebut menimpa rumah bagian belakang mengenai dinding dari papan. Sedangkan di bagian dapur, tanah sempat masuk hingga dinding jebol. “Akibatya barang-barang perabot rumah tangga rusak dan rumah menjadi miring,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 06, Ramto menambahkan, setelah menerima laporan langsung menuju lokasi. Kemudian, keluarga Sumari mengungsi di rumah anaknya. ”Sekarang dilakukan kerja bakti, atap rumah diturunkan, terus nanti didirikan kembali,” ujar Ramto.

Adapun kerugian Sumari masih dihitung oleh aparat kelurahan setempat. Dikatakan Ramto, talud setinggi 3 meter tersebut merupakan lahan milik warga setempat, Tumino, 28. Menggunakan peralatan seadanya, warga setempat membersihkan material longsor. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Nenek 93 Tahun Dipaksa Mengemis

SEMARANG - Perbuatan Suwarno sungguh tak beradab. Dia mengeksploitasi nenek renta berusia 93 tahun, Supini, warga Grabag, Magelang untuk mengemis di jalanan. Kisah tragis...

Layanan Darurat, Hubungi 112

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan layanan panggilan darurat dengan nomor 112, Rabu (2/5) kemarin. Layanan ini terintegrasi dengan semua layanan darurat...

2 Kampung di Wadaslintang Terisolasi

WONOSOBO–Hujan deras yang terus menggguyur wilayah Wonosobo, kembali menyebabkan bencana. Kali ini, dua dusun di Kecamatan Wadaslintang, yakni Dusun Kemutug dan Dusun Kedawung, Desa...

Terus Longsor, Empat Keluarga Diungsikan

WONOSOBO – Sedikitnya 4 keluarga warga Dusun Krakal Wetan dan Krakal Kulon Kecamatan Kejajar terpaksa diungsikan. Hal ini menyusul curah hujan masih tinggi dan...

Perangi Rentenir Melalui Kredit Mikro Tanpa Agunan

UNGARAN–Peminjaman rentenir dengan bunga tinggi saat ini membelit kebanyakan pedagang di pasar tradisional. Hal tersebut menjadi dasar dari BPR BKK Ungaran untuk mengeluarkan program...

Bersilaturahmi dengan Kopi di Coffee n Beyond Cafe

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Berawal dari hobi ngopi, dan melihat di Kota Pekalongan belum tren kopi sebagai gaya hidup, Graciani Kanesia mendirikan Coffee n Beyond Cafe....