Kalah Judi, Nekat Bobol Toko

680
NEKAT: Fery Yunianto, 34, diamankan petugas dari Satreskrim Polres Semarang setelah dibekuk karena aksi pencurian yang dilakukannya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NEKAT: Fery Yunianto, 34, diamankan petugas dari Satreskrim Polres Semarang setelah dibekuk karena aksi pencurian yang dilakukannya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Seorang warga Jangli Krajan, Kota Semarang, Fery Yunianto, 34, alias Peyek nekat membobol Toko Lhotse. Kejadian berawal saat Fery bermain judi di lokalisasi Gembol. Karena kalah, pelaku yang mengaku setiap harinya bekerja serabutan tersebut nekat membobol toko yang lokasinya tidak jauh dari tempat ia berjudi.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan modus yang digunakan pelaku yaitu dengan merusak pintu utama toko menggunakan linggis. “Pelaku juga menggunakan gergaji besi untuk merusak tralis dari pintu toko tersebut,” ujar Yusi, Kamis (4/1).

Berhasil masuk ke toko, Fery yang melancarkan aksinya ditemani satu orang temannya berinisial H langsung menggasak isi dari toko tersebut. Saat ini teman Fery berinisal H tersebut masih dalam pengejaran pihak Polres Semarang.

Selain barang yang ada di toko, ia juga menggondol uang yang ada di meja kasir senilai belasan juta rupiah. “Akibat perbuatan pelaku korban Aris, 34, warga Pringapus yang merupakan pemilik toko mengalami kerugian Rp 11.280.000,” katanya.

Aksi Fery dan temannya yang masih buron tersebut terbongkar saat korban melaporkan kejadian tersebut. Korban mengetahui aksi pencurian di tokonya dari bekas tralis yang digergaji pelaku. “Di dalam toko kondisinya sudah acak-acakan,” katanya.

Mengetahui hal itu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Semarang. Dikatakan Yusi, beberapa barang dagangan korban yang juga ikut dibawa kabur pelaku yaitu lebih dari lima tas gunung, dua pasang sepatu dan sandal gunung, pisau asesoris, ponsel serta belasan kaos dan baju.

Usai mendapatkan laporan tersebut, Satreskrim Polres Semarang langsung melakukan olah TKP dan pengejaran kepada pelaku. Hanya butuh waktu 1 x 24 jam, pelaku berhasil di bekuk oleh jajaran Satreskrim Polres Semarang.

Di depan petugas, Fery mengakui jika ia nekat mencuri lantaran kepepet usai kalah dari dadu. Pria yang mengaku setiap harinya bekerja serabutan tersebut mengaku jika gergaji besi yang ia pergunakan beraksi diperolehnya tidak jauh dari TKP.

“Saya tidak punya uang, ketika berada di samping toko tersebut saya menjumpai gergaji besi. Muncullah niat untuk membobol toko,” ujarnya. Pihak kepolisian Polres Semarang saat ini masih melakukan pendalaman kepada pelaku tersebut.

Pihak kepolisian juga masih meminta keterangan dari tiga orang saksi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia terancam dengan hukuman penjara tujuh tahun sebagaimana tertuang dalam Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (ewb/bas)

Silakan beri komentar.