33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Kalah Judi, Nekat Bobol Toko

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Seorang warga Jangli Krajan, Kota Semarang, Fery Yunianto, 34, alias Peyek nekat membobol Toko Lhotse. Kejadian berawal saat Fery bermain judi di lokalisasi Gembol. Karena kalah, pelaku yang mengaku setiap harinya bekerja serabutan tersebut nekat membobol toko yang lokasinya tidak jauh dari tempat ia berjudi.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan modus yang digunakan pelaku yaitu dengan merusak pintu utama toko menggunakan linggis. “Pelaku juga menggunakan gergaji besi untuk merusak tralis dari pintu toko tersebut,” ujar Yusi, Kamis (4/1).

Berhasil masuk ke toko, Fery yang melancarkan aksinya ditemani satu orang temannya berinisial H langsung menggasak isi dari toko tersebut. Saat ini teman Fery berinisal H tersebut masih dalam pengejaran pihak Polres Semarang.

Selain barang yang ada di toko, ia juga menggondol uang yang ada di meja kasir senilai belasan juta rupiah. “Akibat perbuatan pelaku korban Aris, 34, warga Pringapus yang merupakan pemilik toko mengalami kerugian Rp 11.280.000,” katanya.

Aksi Fery dan temannya yang masih buron tersebut terbongkar saat korban melaporkan kejadian tersebut. Korban mengetahui aksi pencurian di tokonya dari bekas tralis yang digergaji pelaku. “Di dalam toko kondisinya sudah acak-acakan,” katanya.

Mengetahui hal itu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Semarang. Dikatakan Yusi, beberapa barang dagangan korban yang juga ikut dibawa kabur pelaku yaitu lebih dari lima tas gunung, dua pasang sepatu dan sandal gunung, pisau asesoris, ponsel serta belasan kaos dan baju.

Usai mendapatkan laporan tersebut, Satreskrim Polres Semarang langsung melakukan olah TKP dan pengejaran kepada pelaku. Hanya butuh waktu 1 x 24 jam, pelaku berhasil di bekuk oleh jajaran Satreskrim Polres Semarang.

Di depan petugas, Fery mengakui jika ia nekat mencuri lantaran kepepet usai kalah dari dadu. Pria yang mengaku setiap harinya bekerja serabutan tersebut mengaku jika gergaji besi yang ia pergunakan beraksi diperolehnya tidak jauh dari TKP.

“Saya tidak punya uang, ketika berada di samping toko tersebut saya menjumpai gergaji besi. Muncullah niat untuk membobol toko,” ujarnya. Pihak kepolisian Polres Semarang saat ini masih melakukan pendalaman kepada pelaku tersebut.

Pihak kepolisian juga masih meminta keterangan dari tiga orang saksi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia terancam dengan hukuman penjara tujuh tahun sebagaimana tertuang dalam Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wali Kota Pertanyakan Mundurnya Ketua KONI

“Belum juga tunjukkan kinerjanya sudah mundur.” Sigit Widyonindito Wali Kota Magelang MAGELANG–Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mempertanyakan mundurnya Ketua KONI, Supriyadi, yang baru menjabat sekitar satu...

Inilah Tempat Binaraga dan Angkat Besi Tertua di Surabaya

TUMBUHNYA beragam gym di Surabaya belum mengikis keberadaan POR Suryanaga Cabang Angkat Besi Berat dan Binaraga. Sebagian perangkat olah tubuh yang dimiliki memang lawas,...

Prioritaskan 22 Janji Kerja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah berjanji akan memprioritaskan 22 Janji Kerja di Jateng. Mereka...

Pejabat Pemkab Wajib Penuhi LHKPN

KAJEN-Seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan diwajibkan melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya untuk memenuhi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) ke KPK. Kewajiban tersebut...

Longsor, Jalur Alternatif Ditutup

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Akibat longsor yang terjadi di Dusun Lamuk Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, Minggu (29/7), akses jalan alternatif  Temanggung - Semarang...

Investasikan Rp 50 Miliar

SEMARANG – Gandhi Seva Loka (GSL) Indonesia menginvestasikan hingga Rp 50 miliar untuk pembangunan Gandhi Memorial Intercontinental School (GMIS) Semarang. Kota ini dinilai cukup...