RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri menunda penyerahan rekomendasi yang bakal diusung pada Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Teguh Yuwono, mengaku tidak kaget. Bahkan, dia sudah memperkirakan PDIP tidak akan mengumumkan nama yang akan diajukan secepat ini.

Dia menilai, penundaan ini merupakan bagian dari permainan strategi politik PDIP. Sebab, melihat pengalaman Pilgub 2013 lalu, mengumumkan rekomendasi pada detik-detik terakhir pendaftaran pasangan calon (paslon) terbukti efektif mempengaruhi kontestasi politik di Jateng.

“Saya melihat penundaan ini sudah by design untuk mengacaukan peta politik di Jateng. Terutama partai lawan. Sehingga partai lawan tentu dalam tanda petik akan mengalami kegalauan. Yang ditunggu-tunggu kok tidak jadi muncul,” tuturnya, Kamis (4/1).

Teguh yakin, parpol lawan politik PDIP tentu tahu, di mana-mana, partai yang paling kuat akan ditunggu siapa paslon yang akan diusung. Jika sudah diketahui, mereka akan langsung menggelar rapat, memastikan figur yang kira-kira bisa mengalahkan paslon yang diusung PDIP. “Kalau diundur begini, mereka kan tidak bisa menentukan. Saya yakin, PDIP akan memberikan rekomendasi di detik-detik terakhir lagi,” bebernya.

Terbukti, hingga saat ini poros tengah masih kelimpungan menentukan sosok yang akan diusung. Begitu juga dengan koalisi pengusung Sudirman Said yang belum berani memutuskan siapa yang pantas duduk di kursi wakil.