Disoal, Penghentian Sepihak THL Damkar

345

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Penghentian secara sepihak delapan tenaga harian lepas (THL) pemadam kebakaran Satpol PP Kebumen dipersoalkan. Para THL mengaku dihentikan dengan alasan tidak punya etika. Mereka dituding melakukan pertemuan dengan salah satu anggota DPRD Kebumen.

Mereka yang dihentikan sepihak adalah Ikhwanudin, M Suchri, Nur Sasmito, Eman Suratman, dan Nesia Apita. Juga Tia Destia, Yulia Rahmawati, Arfin, dan Supardi. Delapan THL tersebut telah bertugas selama beberapa tahun. Mereka mengantongi sertifikat khusus pemadam dari Pusdiklat Ciracas Jakarta Timur.

Seorang THL, Nur Sasmito, menuturkan, penghentian tenaga lepas secara sepihak karena alasan etika, tidak pernah terjadi ketika pemadam kebakaran (Damkar) berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia lantas mempertanyakan salah satu oknum THL yang terciduk di kamar hotel, justru tidak dipecat.

“Jika bertemu anggota DPRD menjadi masalah etika, kenapa tertangkap di kamar hotel yang jelas melanggar etika justru dipertahankan,” protesnya, kemarin. Sebelum masa tugasnya diakhiri, Satpol meminta semua membuat surat lamaran kembali. Meski hal itu sudah dilakukan, namun tak ada yang kembali dipekerjakan. Pada pelamar yang diterima justru orang-orang baru yang belum bersertifikat pemadam. (jpg/isk)