Bercerai Secara Politik

Zaenal Arifin S.IP Melalui PDIP, HM Zaenal Arifin SH Diusung Golkar, Gerindra, PKS

609

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP dan Wakilnya, HM Zaenal Arifin SH, bercerai secara politik pada Pilkada 2018. Keduanya maju sebagai calon bupati (cabup). Zaenal Arifin S.IP maju melalui jalur PDIP. Hanya saja, saat ini PDIP belum menentukan calon resmi yang akan diusung pada Pilkada Juni mendatang. Sedangkan HM Zaenal Arifin SH, sudah lebih tenang. Melalui jalur koalisi 3 parpol: Golkar, PKS, dan Gerindra, HM Zaenal Arifin SH akan diusung sebagai cabup. Ia dipasangkan dengan Rohadi Pratoto.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Magelang, Soeharno kepada Jawa Pos Radar Kedu menyampaikan, Golkar, PKS, dan Gerindra sepakat berkoalisi. “Kita bersama 3 parpol. Dan, masih memungkinkan dengan partai lain,” kata Soeharno. Tiga parpol tersebut sudah menjalin komunikasi politik secara intensif. Bahkan, sudah sepaham memunculkan pasangan HM Zaenal Arifin SH dan Rohadi Pratoto. “Ya, saya mengusung (Zaenal-Rohadi), agar ada perubahan di Magelang,” kata Soeharno.

Siapa Rohadi Pratoto? Ia adalah mantan Kepala Bappeda dan pernah maju di Pilkada 2013 menjadi calon bupati, berpasangan dengan M. Achadi (wakil ketua DPRD saat itu). Soeharno menyampaikan, Gerindra memiliki alasan khusus untuk mengusung Zaenal-Rohadi. “(Mengusung) Agar ada perubahan, tidak lagi terjadi korban, bagi para birokrasi dan berpihak pada rakyat,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang itu.

Sekretaris DPD PKS Kabupaten Magelang Arif Rohman Imam mengakui, PKS sudah menjalin komunikasi dengan Gerindra dan Golkar. Ketiga parpol sudah menjalin komunikasi politik secara intensif. Ia tidak menampik nama yang muncul adalah Zaenal-Rohadi. “Gerindra usulkan nama, kalau dibilang sudah fixed ya belum, karena surat rekomendasi belum turun. Wacana (nama pasangan) itu muncul, iya. Fixed-nya nanti, setelah mendaftar ke KPU.”

Imam—sapaan intimnya—mengatakan, PKS dengan parpol lain, juga menyatukan cita-cita yang sama. Secara prinsip, pihaknya menginginkan perubahan di Kabupaten Magelang. “Kabupaten Magelang punya potensi maksimal. Potensi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat.”

Ia belum tahu pasti kapan akan mendaftarkan pasangan Zaenal-Rohadi ke kantor KPU di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Surat rekomendasi dari PKS saat ini tengah berproses. “Syukur, pendaftaran bisa dilangsungkan pada 9 Januari mendatang.”

DPD PKS Kabupaten Magelang menganggap bahwa nama pasangan itu (Zaenal-Rohadi) merupakan alternatif yang kuat. Ia sudah berdiskusi banyak hal dan punya harapan yang sama. “Kita Ingin menajamkan beberapa hal dan ada titik temu. Tunggu saja pendaftaran.”

Catatan koran ini, wakil bupati incumbent HM Zaenal Arifin SH pernah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui DPC PKB Kabupaten Magelang. Yang bersangkutan mengambil formulir pendaftaran pada Jumat 1 September 2017. Ketika itu, Zaenal mengaku terpanggil ikut menyukseskan agenda partai yang membuka pendaftaran bupati/wakil untuk Pilkada 2018. Apalagi, dirinya juga adalah kader PKB.

Bagaimana dengan PKB? Kemungkinan besar PKB akan berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung pasangan calon bupati-wakil bupati. PKB akan mengisi posisi sebagai cawabup. Lantas, bagaimana dengan kans bupati incumbent Zaenal Arifin S.IP yang kembali mencalonkan diri melalui PDIP? Dihubungi terpisah oleh jurnalis koran ini, Ketua DPC PDIP Kabupaten Magelang, Saryan Adiyanto, mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPP PDIP. “Belum ada surat resmi ke DPC, tapi apapun keputusannya, kami mengatakan bahwa seluruh kader tegak lurus perintah Megawati,” kata Saryan.

Saryan menyampaikan, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk, akan dicalonkannya kembali incumbent Zaenal Arifin S.IP sebagai cabup Magelang. “Semua proses terbuka, siapapun punya peluang dan itu ada di DPP.”

Terkait koalisi partai, Saryan menyampaikan, pihaknya sudah intensif membangun komunikasi dengan PKB, PPP, PAN, dan Demokrat. “Semua partai kita jalin komunikasi intensif.”

Untuk diketahui, bupati petahana Zaenal Arifin S.IP mengambil formulir di DPC PDIP Kabupaten Magelang di Muntilan, dikuasakan kepada anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Magelang, Mul Budi Santoso. “Formulir untuk Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP, diambil oleh Mul Budi Santoso yang telah membawa surat kuasa bermeterai dari Zaenal Arifin SIP dan segera melengkapi persyaratan yang telah ditentukan,” jelas Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang, Dwi Heru Sutopo, ketika itu.

Kepada wartawan, Zaenal Arifin SIP beberapa waktu lalu menyatakan, banyak hal yang musti diperhatikan sebelum dirinya memutuskan untuk berpartisipasi pada Pilkada mendatang. “Kami adalah kader partai, ada mekanisme yang harus dihormati. Hal itu tertuang pada keputusan DPP Nomor 24 Tahun 2017 terkait Mekanisme Pencalonan,” katanya. “Semua kader partai memiliki kesempatan yang sama dalam ikut pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik sebagai calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah. Karena semua ada mekanisme yang harus dipatuhi.” Bagaimana dengan PKB? Kemungkinan besar PKB akan berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung pasangan calon bupati-wakil bupati. PKB akan mengisi posisi sebagai cawabup. (vie/isk)