SWEEPING: Para guru SMK Bina Utama melakukan pemeriksaan terhadap motor dan barang bawaan siswanya. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SWEEPING: Para guru SMK Bina Utama melakukan pemeriksaan terhadap motor dan barang bawaan siswanya. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Paska terjadinya tawuran pelajar yang melibatkan siswa SMK Bina Utama dengan SMK Bhineka  Kendal, pihak sekolah melakukan sweaping kepada para siswanya. Hal itu untuk mengatisipasi adanya siswa yang membawa senjata tajam ataupun benda berbahaya lainnya.

Sweeping dilakukan oleh SMK Bina Utama. Sweeping dilakukan dengan memeriksa seluruh tas berikut laci maupun loker siswa. Selain itu para guru juga memeriksa bagasi kendaraan bermotor milik siswa.

Selain itu, sweeping ini dilakukan mengingat dari laporan ke pihak kepolisian, para siswa SMK Bina Utama yang melakukan pengeroyokan terhadap Prasetyo, siswa SMK Bhineka dilakukan dengan tragis. Bahkan beberapa siswa nampak membawa gear rantai dan parang.

Meski tidak ditemukan sajam atau benda berbahaya lainnya, tapi guru menemukan bungkusan rokok dalam tas siswa. “Kami ingin berjaga-jaga, jangan sampai kasus perkelahian siswa ini terjadi kembali,” kata Kepala SMK Bina Utama Kendal, Susandari, kemarin (4/1).

Ia mengaku kasus yang pertikaian pelajar antar dua SMK tersebut saat ini saat ini belum ada titik terang. Baik dari SMK Bina Utama dan SMK Bhineka saat ini masih belum tahu siapa pelakunya. “Kami belum tahu pelajar mana yang memulai tawuran itu. Apakah benar pelajar dari SMK Bina Utama atau hanya oknum yang memakai seragam,” tuturnya.

Sementara ini yang dapat dilakukan kedua sekolah, lanjut Susandari, hanya bisa berpasrah pada aparat penegak hukum untuk menenanganinya. Pihak sekolah bersepakat, siapapun pelakunya karena tawuran bukan dilingkup sekolah akan penyelesaiannya akan diserahkan kepada kepolisian.

“Karena bukan dilinkungan sekolah, jadi bukan tanggung jawab sekolah. Tawuran sifatnya mengganggu ketertiban umum. Jadi penyelesaiannya sesuai undang-undang yang berlaku. Kami SMK Bina Utama dan SMK Bhineka sudah sepakat untuk menyerahkan penanganannya pada polisi,” tambahnya.

Sementara pihak kepolisian dari Polsek Patebon dan Polres Bransong terus melakukan pendalaman. Polisi juga nampak melakukan penjagaan terhadap ketat di dua sekolah tersebut. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan terjadi tawuran susulan atau lanjutan.

Kapolsek Patebon AKP Munasir, mengatakan belum diketahui secara pasti penyerangan tawuran dilakukan oleh siapa.  Begitupun pemicunya juga belum diketahui, entah dari  SMK  Bina Utama  atupun  SMK  Bhineka Patebon. “Motif penyerangan juga belum kami ketahui,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, segerombolan siswa SMK Bina Utama melakukan penyerangan terhadap salah seorang siswa Bhineka yang tengah naik Bus. Siswa diketahui Prasetyo dihajar oleh belasan siswa SMK Bina Utama secara membabi buta. Akibatnya ia mengalami luka robek dibagian kepala akibat gear rantai. (bud/bas)