BARANG BUKTI: Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo bersama Wakapolres Kompol Ibnu Bagus Santoso didampingi Kasubag Humas AKP Binuka dan Kasat Narkoba AKP Maryoto menunjukkan BB pil jenis LL yang membahayakan kesehatan, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo bersama Wakapolres Kompol Ibnu Bagus Santoso didampingi Kasubag Humas AKP Binuka dan Kasat Narkoba AKP Maryoto menunjukkan BB pil jenis LL yang membahayakan kesehatan, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Polres Demak berhasil menangkap dua pengedar obat obatan daftar G. Yaitu, tersangka Ahmad Bahtiar, 22, warga Kampung Tembiring, RT 7 RW 3  serta Priyono, 25, warga Kampung Tukangan RT 5 RW 4, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan barang bukti dari tangan Ahmad Bahtiar berupa sebuah handphone (HP) merek Infinik hot warna hitam. Sedangkan, dari tersangka Priyono, petugas menyita BB berupa 80 bungkus plastik klip bening kecil yang di dalamnya berisi pil jenis LL atau Double L.

Total pil yang diamankan sebanyak 800 butir. Selain itu, BB dua buah kantong plastik warna merah dan hitam serta sebuah HP merek Samsung warna putih hitam dan nomornya. Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, obat obatan terlarang yang dapat membayakan kesehatan tersebut menjadi perhatian serius Polres Demak.

“Kita tangkap pelaku beserta barang buktinya untuk diproses hukum,” ujar Kapolres didampingi Kasubag Humas AKP Binuka dan Kasat Narkoba AKP Maryoto dalam gelar perkara diruang Rupatama, Mapolres Demak, kemarin.

Proses penangkapan pelaku atau pengedar itu bermula ketika polisi mendapatkan informasi bahwa di Kampung Tembiring, Kelurahan Bintoro terdapat seseorang yang diduga menjual atau mengedarkan obat obatan daftar G yang bernama Tiar (Ahmad Bahtiar).

Dalam penyelidikan, polisi sempat menyamar  sebagai pembeli dengan cara memesan obat obatan yang dimaksud kepada orang bernama Tiar tersebut. Setelah pesan, disepakati melakukan transaksi dipinggir jalan yang terletak di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam.

Tak lama kemudian datanglah Tiar dan meminta polisi yang menyamar sebagai pembeli tersebut untuk mengikutinya. Berjarak 100 meter dari lokasi, Tiar tiba tiba berhenti dan meminta uang pembeliannya. Namun, sebelum obat diserahkan, polisi segera melakukan penangkapan terhadap Tiar.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan, namun tidak ditemukan obat obatan yang dijanjikan. Dalam interogasi yang dilakukan petugas, Tiar mengakui bahwa sebelumnya ia telah menjual pil atau obat jenis LL sebanyak satu cepuk berisi 1.000 butir seharga Rp 1 juta. “Pil itu dijual kepada tersangka Priyono alias Jalu dijembatan di Kampung Tembiring,” kata Kapolres.

Dalam pengembangan lebih lanjut, polisi kemudian mencoba menghubungi Priyono yang disepakati bertemu di depan makam Maimunah yang berada di Kelurahan Bintoro. Saat itulah, langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka dan penggeledahan.

Akhirnya, berhasil ditemukan BB 800 butir pil LL yang dibungkus dalam 80 plastik klip bening masing masing berisi 10 butir pil. Kapolres AKBP Maesa menegaskan, dua pengedar pil LL tersebut dijerat pasal 196 primer dan pasal 198 subsider UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” katanya. (hib/bas)