188 PKL Barito Awali Pindah ke Pasar Klitikan

699
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sebanyak 188 pedagang kreatif lapangan (PKL) kawasan Jalan Barito, Keluarahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, akan mengawali pindah ke Pasar Klitikan Penggaron, Jumat (5/1) hari ini. Para pedagang aksesoris dan sparepart motor tersebut mulai berkemas-kemas untuk mengangkut barang untuk boyongan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, sosialisasi terakhir telah dilakukan sekaligus pengundian kios dan pembagian kunci. “Pemindahan pedagang sparepart Rejosari ke Pasar Klitikan Penggaron, sesuai jadwal dilakukan mulai 5 Januari. Mereka siap mengawali pindah,” kata Fajar, kemarin.

Pemindahan tahap pertama ini, kata Fajar, terdapat sebanyak 188 PKL. Saat ini sedang dilakukan sinkronisasi dan izin dasaran. “PKL Rejosari sendiri ada beberapa kelompok, yakni Blok I sampai Blok VI, mereka sudah siap direlokasi. Setelah pemindahan tahap pertama selesai, nanti segera ditindaklanjuti pemindahan para PKL lainnya di Jalan Barito,” ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, berharap agar proses relokasi ini berjalan baik dan lancar. Maka ia meminta agar Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan komunikasi secara intens dengan para pedagang. Sehingga mengetahui apa kendala-kendala yang terjadi di lapangan.

“Pemkot Semarang juga harus memasilitasi kebutuhan para pedagang dalam pemindahan tersebut. Misalnya, penyediaan fasilitas angkutan. Prinsipnya ada komunikasi untuk memudahkan kelancaran relokasi,” katanya.

Sementara itu, para pedagang yang tergabung di Paguyuban Pedagang Jasa (PPJ) Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Karya Mandiri Barito Blok A-H, juga menyatakan siap dipindah ke relokasi Pasar Klitikan Penggaron dengan sangat terpaksa. Di satu sisi, mereka harus mendukung program pemerintah melakukan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) untuk menangani masalah banjir. Tetapi di sisi lain, tempat relokasi di Pasar Klitikan Penggaron ini dinilai sangat tidak layak untuk ditempati oleh pedagang Barito.

Namun mereka tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan penolakan. Pasalnya, mereka menempati lahan milik pemerintah. Maka mau tidak mau, mereka harus mau “digusur” alias dipindah. Meski sebenarnya mereka kecewa dan khawatir gulung tikar.

Ketua Paguyuban Pedagang Jasa (PPJ) Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Karya Mandiri Barito Blok A-H, Rahmat Yulianto, pihaknya bersama para pedagang Barito menyatakan siap untuk pindah di Pasar Klitikan Penggaron, meski dengan berat hati. Berbicara tentang Pasar Klitikan Penggaron, lanjut dia, ada permasalahan yang sangat kompleks.

“Pasar Klitikan Penggaron tidak sesuai peruntukannya kalau akan digunakan untuk pedagang Barito. Sebab, Pasar Klitikan itu peruntukannya didesain untuk pedagang kaki lima biasa. Sedangkan pedagang Barito hampir semuanya berjenis usaha kreatif, misalnya variasi mobil, motor dan lain-lain,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan kesiapan Pemkot Semarang terkait relokasi pedagang Barito ke Pasar Klitikan Penggaron ini. Misalnya, mengenai seberapa banyak kios atau lapak di Pasar Klitikan Penggaron mampu memuat pedagang Barito. “Pedagang Barito itu jumlahnya banyak lho. Mencapai ribuan, karena Barito itu mulai dari Jalan Majapahit hingga Kaligawe. Saya tanya Pasar Klitikan itu mampu memuat berapa pedagang sih? Saya sudah cek, paling-paling hanya mampu menampung 500 pedagang,” katanya.  (amu/aro)