RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nekat membeli logam jenis Merkuri di Indonesia, warga negara asing asal Sudan, Awad Alla Khalfalla Mohamed Ahmed Farah bin Khalf Alla Mohammed bakal segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Pasalnya berkas kasus dugaan pendistribusian serta penggunaan merkuri ilegal di wilayah Kota Semarang sudah dilimpahkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng ke PN Semarang.

“Berkas dengan terdakwa Awad sudah kami terima, tercatat dalam nomor register 984/Pid.Sus/2017/PN Smg,” kata Panitera Muda Pidana pada PN Semarang, Noerma Soejatiningsih, Rabu (3/1).

Dalam berkas dakwaannya, JPU Kejati Jateng, Panji Sudrajat menjerat Awad dengan Pasal 161 Undang-undang RI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dijelaskannya, kasus itu berawal saat Awad searching di internet mencari Merkuri. Setelah itu, Awad menemukan ada perusahaan di Indonesia yang menjual Merkuri itu bernama CV Cipta Logam.

Tanpa berpikir panjang Awad menelpon pihak perusahaan, yang diangkat saksi Lasmino. Setelah ada kesepakatan, Awad kemudian datang ke Indonesia dan menemui Lasmino. Dari pertemuan itu, terjadi kesepakatan bahwa Awad ingin membeli Merkuri kepada Lasmino sebanyak 10 ton. Awad kemudian mentransfer ke Lasmino secara berkala, yakni Rp 97,7 juta, Rp 90 juta dan Rp 212 juta.

Merkuri tersebut oleh Awad sebelum dijual kembali ditampung di sebuah gudang yaitu Teduh Makmur yang beralamat di gedung Marabunta, Jalan Kalibaru Barat 15 Tanjung Mas Semarang. Namun belum berhasil di ekspor, gudang tersebut sudah digerebek oleh Tim penyidik dari Ditreskrimsus Polda Jateng yang dipimpin Kompol Suhartono. (jks/zal)