Warga Ikut Awasi Penggunaan APBDes

Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur

175
POSTER: Poster penggunaan APBDes Kalikayen Kecamatan Ungaran yang terpampang di depan kantor desa sebagai wujud transparansi penggunaan anggaran. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POSTER: Poster penggunaan APBDes Kalikayen Kecamatan Ungaran yang terpampang di depan kantor desa sebagai wujud transparansi penggunaan anggaran. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembangunan sektor infrastruktur masih terus fokus dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kalikayen Kecamatan Ungaran Timur. Sekdes Kalikayen, Dita mengungkapkan hal itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan desa.

“Lokasi desa kita yang terletak di pinggir Kabupaten Semarang memang sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur,” ujar Dita, Minggu (5/11).

Disamping itu, kondisi topografi desa tersebut dikelilingi oleh bukit. Dimana letak antar masing-masing dusun juga terbilang cukup jauh. Akses penghubung yang merupakan jalan poros Desa mendesak dibutuhkan. Sehingga pembangunan jalan poros Desa saat ini tengah dikebut.

Selain jalan poros Desa, juga pembangunan jembatan dan bendungan masih berjalan. “Untuk jalan poros Desa yaitu rabat beton sebagian besar sudah selesai, tinggal jembatan dan bendungan,” katanya.

Dikatakannya, kondisi infrastruktur, ia mencontohkan jalan, sebelum adanya Dana Desa (DD) untuk Desa Kalikayen memang sangat memperihatinkan. Letaknya yang paling luar dari Kabupaten Semarang, lanjutnya, kurang begitu mendapatkan perhatian.

Sehingga dengan adanya DD, dan penataan anggaran melalui APBDes, infrastruktur dapat dibangun. Pembangunan infrastruktur antaralain jalan poros desa. “Kan saat ini jalan poros Desa tidak bisa dibangun Pemkab Semarang karena merupakan aset milik Desa, sehingga Desa yang berkewajiban membangun menggunakan DD,” ujarnya.

Penggunaan APBDes Kalikayen juga dilakukan dengan transparan. Wujud transparansi tersebut yaitu dengan poster penggunaan APBDes yang terpampang di depan kantor Kepala Desa Kalikayen. “Supaya warga juga bisa ikut mengawasi penggunaan APBDes kita,” katanya.

Pembangunan rabat beton di Desa tersebut memang menjadi pilihan. Hal tersebut dikarenakan kontur tanah yang labil, sehingga apabila pembangunan hanya pengaspalan dikhawatirkan tidak dapat bertahan lama. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here