Tawuran Antarpelajar, Satu Terluka

SMK Bina Utama VS SMK Bhineka 

2070

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Tawuran antarpelajar SMK Bina Utama Kendal dengan SMK Bhineka Kendal, terjadi di Jalan Arteri Soekarnp-Hatta, Desa Jambearum, Rabu (3/1) kemarin. Akibatnya, satu pelajar SMK Bhineka mengalami luka parah di bagian kepala. Saat ini, kasus tersebut masih didalami Polsek Patebon bersama Polres Kendal.

Namun pihak kepolisian belum menetapkan pelaku yang bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap satu pelajar tersebut. Pasalnya, usai kejadian para pelaku langsung kabur.

Sementara korban diketahui bernama Prasetyo, warga Turunrejo, Kecamatan Brangsong. Korban adalah pelajar kelas X SMK Bhineka. Korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soewondo, Kendal karena mengalami luka sobek di bagian kepala dengan 11 jahitan dan memar di seluruh wajah.

Menurut keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, kejadian bermula saat para pelajar SMK Bhineka tengah pulang sekolah. Tiga orang pelajar salah satunya korban Prasetyo sedang menanti bus di depan sekolah yang berada di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Desa Jambearum.

Tiba-tiba segerombolan pelajar berpakaian SMK Bhineka Utama datang menaiki motor dan membuat kerusuhan. Malah di antaranya, pelajar tersebut ada yang sudah bawa gear, rantai dan parang. “Mereka langsung menarik korban Prasetyo dari bus dan langsung diseret dan dipukul secara beramai-ramai,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Bahkan saat itu pelajar SMK Bina Utama yang berjumlah belasan orang itu langsung menggedor-gedor bus. “Sopirnya pun takut terjadi apa-apa, langsung tancap gas. Sopir itu takut terjadi perkelahian,” tambahnya.

Sedangkan satu korban Prasetyo yang berhasil ditarik pelaku dari dalam bus, langsung dihajar beramai-ramai oleh belasan pelajar SMK Bina Utama. “Kepalanya mengalami luka parah karena gear, seluruh wajahnya mengalami memar karena diinjak-injak di antara batu kerikil. Bahkan untuk ngomong saja sulit,” jelasnya.

Sementara Kepala SMK Bina Utama, Susan membenarkan adanya perkelahian antarpelajar tersebut. Tapi pihaknya, belum mengetahui persis duduk perkaranya. Begitupun siapa yang terlibat dalam perkelahian antar pelajar tersebut, apakah pelajar SMA Bina Utama atau bukan.

“Belum tahu siapa yang terlibat. Sementara ini, kami bersama Polsek Patebon sudah melakukan penyisiran di desa-desa. Karena pelajar begitu pertikaian selesai, langsung kabur. Jadi kami tidak tahu siapa yang terlibat,” tuturnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar melalui Kapolsek Patebon, AKP Munashir mengatakan sejauh ini masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya sudah meminta keterangan dari beberapa pelajar SMK Bhineka yang melihat kejadian langsung. “Kami juga akan meminta keterangan langsung dari korban,” katanya. (bud/ida)