AWAS ADA TIANG : Hati-hati saat melintas di Jalan Prof Soeharso. Ada sejumlah tiang yang berada di badan jalan. Berharap pihak terkait segera memindah. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
AWAS ADA TIANG : Hati-hati saat melintas di Jalan Prof Soeharso. Ada sejumlah tiang yang berada di badan jalan. Berharap pihak terkait segera memindah. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KETILENG – Proyek pelebaran jalan dengan betonisasi di Jalan Tunggu Raya (sekarang diubah menjadi Jalan Prof Soeharso), tepatnya di RT 1 RW 9 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, selesai dibangun. Tetapi pembangunan jalan tersebut masih menyisakan persoalan yang membahayakan masyarakat yang melintas.

Hasil akhir pekerjaan kontraktor tersebut terbilang semrawut. Pasalnya, sejumlah tiang telepon, maupun tiang listrik, belum dilakukan pemindahan. Masih berdiri di badan jalan. Paling parah ada satu titik yakni di RT 1 RW 9 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, tepatnya di depan Perumahan Puri Cempaka Asri.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, tampak ada tiga tiang masih berdiri di badan jalan. Bahkan keberadaan tiang telepon tersebut sangat membahayakan keselamatan pengendara yang melintas. Terlebih, posisinya berada di tikungan jalan.

“Kurang lebih sudah ditinggalkan oleh kontraktor sejak dua minggu lalu. Tidak ada yang mengurusi. Menjorok satu meter di badan jalan. Ini sangat membahayakan pengendara, bahkan sebelum tahun baru ada korban. Seorang pengendara motor menabrak tiang itu,” kata Nuryono, salah satu warga RT 3 RW 9 Meteseh, ditemui di dekat lokasi, Rabu (3/1).

Dikatakannya, setelah pengecoran selesai tidak ada upaya penanganan untuk memindah tiang tersebut. “Dulunya jalan ini sempit, lebarnya hanya 4 meter. Kalau sekarang mungkin hampir 7-8 meter. Posisi tiang telepon itu berada di luar jalan. Tapi setelah dilakukan pelebaran jalan, posisi tiang telepon itu berada di badan jalan,” katanya.

Senada, Muhson, pekerja bengkel di dekat lokasi juga membenarkan bahwa keberadaan tiga tiang telepon yang berdiri di badan jalan tersebut sangat berbahaya. “Baik sebelum dilebarkan, maupun sesudah dilebarkan, memang sering terjadi kecelakaan. Karena kondisinya tikungan, apalagi sekarang terdapat tiang telepon itu,” katanya.

Dia mengaku tidak habis pikir mengapa kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut tidak melepas tiang tersebut. Dia menduga, kontraktor kejar target karena waktunya hampir selesai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti masalah tiang telepon di Jalan Prof Soeharso Ketileng tersebut. “Kami tindaklanjuti dan koordinasikan, nanti akan dipindah. Sudah kami lakukan evaluasi,” katanya.  (amu/zal)