Kayu Rp 2,5 M Terbakar, Dua Warga Terluka

1052
KEBAKARAN : Petugas Damkar dan warga berusaha memadamkan api yang memberangus pabrik kayu lapis di Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Karanganyar, Rabu (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEBAKARAN : Petugas Damkar dan warga berusaha memadamkan api yang memberangus pabrik kayu lapis di Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Karanganyar, Rabu (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pabrik kayu lapis, PT Duta Albasia, di Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, terbakar pada Selasa malam (2/1) kemarin. Akibat boiler (alat untuk mengeringkan kayu lapis) terlalu panas, kayu lapis siap kirim senilai Rp 2,5 miliar hangus dan dua karyawan terluka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, karyawan pabrik kayu lapis pulang pukul 18.45 dan operasional pabrik kayu baru saja berhenti. Kendati begitu, pada pukul 20.00, Edwardoyo, 19, warga Dukuh Sontel, Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, salah satu karyawan bagian boiler yang bertugas membuka asap di caddy boiler curiga dengan kepulan asap tebal berwarna hitam yang keluar dari cerobong pabrik.

Melihat kepulan asap yang tidak wajar, Edwardoyo melapor ke Rosyid, 25, warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, karyawan bagian operator forklift, bahwa asap di pembuangan boiler yang biasanya tipis, saat dibuka dalam keadaan tebal. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata telah terjadi kebakaran di ruang oven pengeringan kayu, yang berisi sekitar 400 kubik kayu bahan mentah yang telah dikeringkan dan siap untuk dijual.

“Biasanya asap yang keluar dari cerobong boiler, warnanya putih dan asap yang keluar tipis-tipis. Namun kali ini warnanya hitam dan asapnya tebal,” ungkap Edwardoyo.

Edwardoyo juga mengatakan melihat kobaran api yang besar, dirinya langsung melapor ke bagian security untuk mengecek dan melaporkan ke pemadam kebakaran agar melakukan pemadaman.

Menurutnya ada 6 unit mobil pemadam kebakaran, namun api baru bisa dipadamkan setelah 4 jam kejadian, karena besarnya kobaran api. Hal itu karena banyak kayu kering yang terbakar, padahal kayu tersebut siap dijual. “Kebakaran tersebur terjadi sangat cepat. Apalagi semua kayu yang terbakar adalah kayu kering,” kata Edwardoyo.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar, Rabu (3/1) kemarin, menjelaskan bahwa kebakaran pabrik kayu lapis milik PT Duta Albasia berasal dari salah satu gudang yang digunakan untuk pengeringan akhir kayu lapis. Namun api telah menghangusakan semua kayu. Makanya, baru bisa dipadamkam setelah mendatangkan 6 unit armada pemadam kebakaran yang didatangkan dari Kota Pekalongan. “Beruntung api tidak menjalar pada gudang oven lainnya. Dari dua gudang, hanya satu gudang yang terbakar. Kerugiannya mencapai Rp 2,5 miliar. Selain itu, dua orang mengalami luka bakar ringan. Sedangkan penyebab kebakaran masih menunggu hasil dari Tim Labfor dari Polda Jateg,” jelas AKP M Dahyar. (thd/ida)