KESASAR LAGI : Bhabinkamtibmas Desa Buntu Kecamatan Kejajar Brigadir Rony saat menemui rombongan Andri Setiawan yang tersesat di Dusun Dadapan Desa Sitiharjo, Rabu (3/1) dinihari. (IST)
KESASAR LAGI : Bhabinkamtibmas Desa Buntu Kecamatan Kejajar Brigadir Rony saat menemui rombongan Andri Setiawan yang tersesat di Dusun Dadapan Desa Sitiharjo, Rabu (3/1) dinihari. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Aplikasi peta online kembali menyesatkan penggunanya. Rombongan wisatawan yang akan melihat sunrise atau matahari terbit di Bukit Sikunir Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo tersesat gara-gara mengikuti petunjuk dari aplikasi peta tersebut.

Andri Setiawan yang datang jauh-jauh dari Jogjakarta beserta 6 anggota keluarganya, ingin melihat matahari terbit dari Bukit Sikunir, Rabu (3/1). Mereka rela berangkat dari Jogjakarta tengah malam dan menembus dinginnya malam menuju Sikunir.

Sebagai petunjuk jalan, rombongan berpedoman pada aplikasi peta yang sudah diunduh di ponsel. Dari aplikasi tersebut, rute yang disarankan melalui Dusun Dadapan Desa Sitiharjo Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. Selanjutnya tembus ke Desa Mlandi, melalui Jalan Sirangkel Garung hingga ke Desa Sembungan Kejajar.

Berdasarkan petunjuk itu, rombongan berjalan ke lokasi tujuan. Tapi ketika di Dusun Dadapan Desa Sitiharjo, rombongan malah tersesat. Mobil masuk ke jalan tanah yang sempit dan tidak memungkinkan untuk putar balik.

Bhabinkamtibmas Desa Buntu Kecamatan Kejajar Brigadir Rony yang mendapat kabar adanya wisatawan tersesat, langsung menuju lokasi. Bersama warga sekitar Dusun Dadapan, mereka mengevakuasi mobil dan penumpangnya. Sekitar pukul 03.00 WIB, mobil akhirnya bisa dievakuasi.

“Jangan menggunakan aplikasi peta dulu, lebih baik bertanya kepada polisi setempat bila menemukan kesulitan apapun di jalan, karena sebelumnya juga ada wisatawan yang mengalami kejadian serupa di wilayah Kejajar,” ucap saran Rony.

Peristiwa wisatawan nyasar karena aplikasi peta ini bukan yang pertama. Seorang wisatawan asal Jogjakarta Zain Johansyah mengalami nasib kurang menyenangkan saat akan berlibur ke Dieng pada Rabu (27/12) pagi. Ketika akan mengunjungi Bukit Sikunir, ia menggunakan aplikasi peta yang ada di dalam ponsel pintarnya. Namun hasilnya sungguh tidak disangka. Perjalanannya justru berakhir di sebuah jalan tanah dan sempit yang bahkan membuat mobilnya tidak bisa berputar haluan dan bannya mengalami selip.

Tidak kehabisan akal, Zain kemudian menghubungi nomor call center Polres Wonosobo. Oleh petugas piket SPKT, Bripka Agung Jatmiko, Zain kemudian diminta untuk membagikan lokasinya melalui aplikasi pesan singkat. Berbekal informasi itu, polisi langsung mendatangi lokasi yang ternyata berada di tengah Desa Sitiharjo Kecamatan Garung.

Melihat kondisi jalan yang membuat mobil mustahil putar balik, maka harus didorong mundur. Dengan dibantu warga dan polisi, akhirnya mobil berhasil didorong beramai-ramai hingga ke jalan utama.

Zain menjelaskan, saat itu ia bermaksud pergi ke Bukir Sikunir untuk melihat matahari terbit. “Kami berangkat malam karena berharap sampai sana sebelum pagi. Kami menggunakan aplikasi peta di ponsel karena jalanan sangat sepi. Ternyata akhirnya tersesat,” katanya.

Salah seorang warga setempat, Nur menuturkan, kejadian serupa ini bukan yang pertama terjadi. Sudah ada beberapa wisatawan yang mengalami nasib seperti Zain. “Beberapa waktu yang lalu juga pernah kejadian. Katanya juga mau ke Sikunir dan tersesat juga lewat jalur yang sama,” katanya.

Nur berharap kondisi ini bisa mendapatkan perhatian pemerintah agar tak ada lagi wisatawan yang tersesat. “Setidaknya di jalur utama menuju ke sini dipasang plang imbauan,” harap Nur. (jpg/ton)