Dua Siswa SMP Coret-Coret Mobil

405
MEDIASI: Proses mediasi antara pelaku coret-coret dengan korban di Polsek Tegalrejo. (IST)
MEDIASI: Proses mediasi antara pelaku coret-coret dengan korban di Polsek Tegalrejo. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Dua siswa SMP di Tegalrejo tertangkap petugas patroli Polsek Tegalrejo saat melakukan aksi vandalisme. SM, 14, dan NK, 14, pada Minggu (31/12) sekitar pukul 23.00 WIB tepergok sedang mencoret-coret papan nama Kantor Urusan Agama (KUA) Tegalrejo dan mobil salah satu warga. “Anak tersebut kami amankan di Polsek Tegalrejo karena dengan tindakanya telah merugikan orang lain dan merusak keindahan lingkungan,” ujar Kapolsek Tegalrejo AKP Sutrisno.

Pada Selasa (2/1), mereka mendapatkan pembinaan dari petugas di Aula Polsek Tegalrejo. Pembinaan ini juga menghadirkan orangtua dan pihak sekolah yang bersangkutan. Tak lupa korban vandalisme juga hadir untuk melakukan mediasi. “Dengan dibina ini, (agar) jangan lagi mengulangi perbuatannya,” tambah Sutrisno.

Dalam mediasi tersebut, pemilik mobil yang dicoret-coret meminta ganti rugi sebagai ongkos bengkel dan pengecatan kembali sebesar Rp 600 ribu. Nilai ganti rugi ini disanggupi orang tua pelaku NK dengan menandatangi surat perjanjian di atas materi dan disaksikan petugas Polsek Tegalrejo.

Lebih lanjut Sutrisno meminta kepada masyarakat, khususnya remaja, agar jangan melakukan aksi coret-coret karena merugikan orang lain dan lingkungan. Apalagi jika vandalisme dilakukan di lingkungan cagar budaya, maka bisa dijerat dengan sanksi hukum.

“Melakukan aksi vandalisme di cagar budaya sebenarnya memiliki ancaman hukuman pidana tersendiri karena masuk dalam katagori meerusak, seperti yang tertulis dalam pasal 105 UU Nomor 11 tahun 2010.” Dalam pasal tersebut diatur, pelaku bisa dijerat pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 15 tahun. Selain itu juga ada ancaman denda sedikitnya Rp 5 juta dan paling banyak Rp 5 miliar. (jpg/ton)