33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Berbahan Serutan Kayu, Hasilnya Mirip Kolase

Lugabut, Inovasi Lukisan 3D Karya Mahasiswa Untidar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Apa jadinya jika limbah kayu seperti serbuk dan serutan kayu berada di tangan-tangan orang-orang kreatif? Pasti akan memunculkan satu kreasi bernilai ekonomi tinggi. Seperti dilakukan oleh lima mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) ini. Mereka memanfaatkan serut kayu untuk membuat lukisan 3D.

AGUS HADIANTO, Magelang

KELIMA mahasiswa kreatif itu adalah Khusni Mubarok, Filla Ardyarti, Puji Lestari, Lilis Sinarsih dan Hermowo Dewabroto. Ide bermula ketika mereka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).

Mereka ingin membuat kerajinan tangan berbahan serutan kayu. Pikiran ini muncul saat kelimanya berada di dekat lokasi industri rumahan pembuatan mebel di Kabupaten Magelang.

“Saat itu, kami melihat serutan kayu yang dihasilkan industri mebel kok indah dilihat ya ketika bertumpuk. Terus, kami coba main-main menyusun suatu gambar dari serutan yang bertumpuk, ternyata hasilnya bagus. Akhirnya kami putuskan memanfaatkan limbah serutan kayu menjadi lukisan,” beber Ketua Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Lugabut, Khusni Mubarok, Rabu (3/1) kemarin, saat ditemui di kampusnya.

Khusni menjelaskan, Lugabut merupakan hasil kerajinan yang murni didanai dari proposal PKMK. Mereka mengajukan proposal pada November 2016 silam. Dan, proposal disetujui pada Februari 2017.

Lugabut, sambung Khusni, merupakan lukisan tiga dimensi berbahan limbah serutan kayu yang mempunyai nilai estetika seni dan tak sembarang orang bisa membuatnya. Daya tarik lukisan ini terkesan seperti kolase.

“Produk kami mungkin agak berbeda dengan industri kreatif lain. Khususnya dalam hal lukisan. Mungkin kebanyakan lukisan lain hanya sekadar memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai, sehingga hanya memunculkan kesan biasa. Sedangkan karya kami mirip seperti kolase, namun hidup,” ungkapnya.

Selain itu, Lugabut punya kesan hidup, karena tampilan 3 dimensinya. Produk lukisan ini juga mudah perawatannya. Cukup dibersihkan menggunakan kuas untuk menghilangkan debu yang menempel. Keunggulan lain, produk lukisan tidak mudah berjamur. “Produk telah dilapisi politur dan pernis agar tidak mudah berjamur.”

Filla Ardyarti, anggota tim lain menyampaikan, selain unsur estetika, Lugabut memiliki daya jual ekonomis. Sehingga bisa menambah penghasilan mereka sebagai mahasiswa.

Pemasaran Lugabut masih memanfaatkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut. “Produk dijual berdasarkan pemesanan, dengan harga di kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung tingkat kesulitan dalam membuat karya yang dipesan.”

Dosen pembimbing, Dr. Farikhah, M.Pd. mengatakan, Lugabut memiliki unsur seni dan butuh ketelatenan tinggi dalam membuatnya. “Selain itu, butuh jiwa seni atau imajinasi seni yang tinggi untuk membuat karya tersebut. Karena karya tersebut tidak hanya sekadar memanfaatkan limbah, tapi disertai dengan nilai seni,” ungkap dosen Pendidikan Bahasa Inggris itu. (*/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PPS Diduga Jadi Anggota Parpol

UNGARAN – Diduga terlibat dalam keanggotaan partai politik (parpol), seorang Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Sumowono diperiksa oleh Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semarang. PPS...

Banyak Pikiran, Ereksi Terganggu

Tanya dr Andi: Akhir-akhir ini saya banyak pikiran akibat tekanan di tempat kerja maupun di rumah. Akibatnya ereksi saya terganggu, sulit untuk keras secara maksimal....

4 Pendaki Sindoro Lemas dan Kedinginan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 4 pendaki Gunung Sindoro yang tersesat sejak Kamis (18/1) sore. Proses evakuasi sempat terhambat badai besar. Keempat...

Pemkab Siap Lelang Aset

KENDAL—Pemkab Kendal segera melelang sejumlah  aset tahun 2015 dan 2016. Saat ini telah dilakukan pencatatan barang yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penghapusan aset. Kabid...

Siswa SMAN 14 Antusias Bertanya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sejumlah siswa di SMAN 14 Semarang, berebut mengajukan pertanyaan kepada Sekretaris Perusahaan Kalimantan Jawa Gas (KJG) Totok Yulianto, saat mengajar dalam program BUMN...

Jadi MC Lebih Menantang

BAGI Poppy Monica menjadi master of ceremony (MC) lebih menantang ketimbang menjadi model. Ya, dara yang akrab disapa Poppy ini sempat menjalani dua pekerjaan,...