Berbahan Serutan Kayu, Hasilnya Mirip Kolase

Lugabut, Inovasi Lukisan 3D Karya Mahasiswa Untidar

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – Apa jadinya jika limbah kayu seperti serbuk dan serutan kayu berada di tangan-tangan orang-orang kreatif? Pasti akan memunculkan satu kreasi bernilai ekonomi tinggi. Seperti dilakukan oleh lima mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) ini. Mereka memanfaatkan serut kayu untuk membuat lukisan 3D.

AGUS HADIANTO, Magelang

KELIMA mahasiswa kreatif itu adalah Khusni Mubarok, Filla Ardyarti, Puji Lestari, Lilis Sinarsih dan Hermowo Dewabroto. Ide bermula ketika mereka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).

Mereka ingin membuat kerajinan tangan berbahan serutan kayu. Pikiran ini muncul saat kelimanya berada di dekat lokasi industri rumahan pembuatan mebel di Kabupaten Magelang.

“Saat itu, kami melihat serutan kayu yang dihasilkan industri mebel kok indah dilihat ya ketika bertumpuk. Terus, kami coba main-main menyusun suatu gambar dari serutan yang bertumpuk, ternyata hasilnya bagus. Akhirnya kami putuskan memanfaatkan limbah serutan kayu menjadi lukisan,” beber Ketua Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Lugabut, Khusni Mubarok, Rabu (3/1) kemarin, saat ditemui di kampusnya.

Khusni menjelaskan, Lugabut merupakan hasil kerajinan yang murni didanai dari proposal PKMK. Mereka mengajukan proposal pada November 2016 silam. Dan, proposal disetujui pada Februari 2017.

Lugabut, sambung Khusni, merupakan lukisan tiga dimensi berbahan limbah serutan kayu yang mempunyai nilai estetika seni dan tak sembarang orang bisa membuatnya. Daya tarik lukisan ini terkesan seperti kolase.

“Produk kami mungkin agak berbeda dengan industri kreatif lain. Khususnya dalam hal lukisan. Mungkin kebanyakan lukisan lain hanya sekadar memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai, sehingga hanya memunculkan kesan biasa. Sedangkan karya kami mirip seperti kolase, namun hidup,” ungkapnya.

Selain itu, Lugabut punya kesan hidup, karena tampilan 3 dimensinya. Produk lukisan ini juga mudah perawatannya. Cukup dibersihkan menggunakan kuas untuk menghilangkan debu yang menempel. Keunggulan lain, produk lukisan tidak mudah berjamur. “Produk telah dilapisi politur dan pernis agar tidak mudah berjamur.”

Filla Ardyarti, anggota tim lain menyampaikan, selain unsur estetika, Lugabut memiliki daya jual ekonomis. Sehingga bisa menambah penghasilan mereka sebagai mahasiswa.

Pemasaran Lugabut masih memanfaatkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut. “Produk dijual berdasarkan pemesanan, dengan harga di kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung tingkat kesulitan dalam membuat karya yang dipesan.”

Dosen pembimbing, Dr. Farikhah, M.Pd. mengatakan, Lugabut memiliki unsur seni dan butuh ketelatenan tinggi dalam membuatnya. “Selain itu, butuh jiwa seni atau imajinasi seni yang tinggi untuk membuat karya tersebut. Karena karya tersebut tidak hanya sekadar memanfaatkan limbah, tapi disertai dengan nilai seni,” ungkap dosen Pendidikan Bahasa Inggris itu. (*/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -