LENGGAK-LENGGOK: Sebanyak 24 model dari Paguyuban Duwis Kabupaten Temanggung unjuk kebolehan memamerkan batik Temanggungan dalam peresmian Taman Pancasila, Selasa (2/1) malam lalu. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
LENGGAK-LENGGOK: Sebanyak 24 model dari Paguyuban Duwis Kabupaten Temanggung unjuk kebolehan memamerkan batik Temanggungan dalam peresmian Taman Pancasila, Selasa (2/1) malam lalu. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Beragam batik khas Temanggungan, Selasa (2/1) malam, dibawakan oleh 24 model yang merupakan duta wisata (Duwis) Mas-Mbak Temanggung. Mereka berlenggak-lenggok untuk menyemarakkan kegiatan peresmian city walk dan Taman Pancasila. Sejumlah motif batik dikenakan para model. Di antaranya, batik sibori, ciprat, sekar jagat, kopi, dan mbako.

Mbak Temanggung 2017 Inan Sawitri menuturkan, peragaan batik bertujuan agar masyarakat luar mengenal beragam corak batik Temanggung yang baru. “Batik bisa dipakai di berbagai kesempatan dan cocok untuk segala usia.”

Sedangkan Ruly Arief Panegar, Mas Temanggung 2017 berharap, home industry batik ke depan di Kabupaten Temanggung semakin menggeliat.

Kata dia, corak dan motif batik yang dihasilkan para perajin batik Temanggung, cukup banyak. Hanya saja, belum diketahui masyarakat luas. Ia berharap muncul kreasi dan inovasi batik baru. “Sehingga batik Temanggung punya khas tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain.”

Bupati Bambang Sukarno mengaku sengaja menampilkan peragaan batik Temanggungan agar masyarakat setempat bangga dengan produk lokal yang dihasilkan oleh warga Temanggung. “Saya berharap batik Temanggung bisa mendunia. Dengan batik ini, warga Temanggung bisa sejahtera.”

Terkait penamaan Taman Pancasila (dulu bernama Taman Tugu Jam), kata Bupati Bambang, bukan tanpa alasan. Dengan sebutan Pancasila, ia berharap semangat Pancasila warga Temanggung tetap membara. “Warga Temanggung terus mengedepankan dan mengamalkan Pancasila dalam laku keseharian.” (san/isk)