200 Pedagang Belum Tertampung di Pasar Baru

846
PANTAU PEDAGANG : Bupati Batang, Wihaji memantau pedagang yang melakukan pindahan ke Pasar Baru Batang, Rabu (3/1) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU PEDAGANG : Bupati Batang, Wihaji memantau pedagang yang melakukan pindahan ke Pasar Baru Batang, Rabu (3/1) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebanyak 200 pedagang belum bisa tertampung di Pasar Baru Batang yang baru saja kelar direvitalisasi dengan anggaran miliaran rupiah. Sedangkan 2000 pedagang, mulai Kamis ini (4/1) sudah mulai beraktivitas kembali menjajakan daganganya.

“Hingga saat ini, masih ada 200 pedagang yang belum tertampung. Tapi kami akan mencarikan solusi bersama dengan Bupati Wihaji, agar mereka tertampung semua. Mereka ini, pedagang di sekeliling pasar dan pedagang bawaan pasar darurat,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM M Isnanto, saat memantau pedagang dalam persiapan pemindahan dagangannya, Rabu (3/1) emarin.

Menurutnya, secara umum pemindahan pedagang tidak ada permasalahan yang berarti. Walupun masih ada beberapa titik lokasi pasar yang masih bocor.

“Kami masih kesulitan membetulkan atap yang bocor, karena posisinya sangat tinggi. Harus ada ahli pemanjat khusus yang naik ke atap tersebut. Selain itu, harus menunggu hujan deras agar tahu titik lokasi bocornya,” ujarnya lagi.

Para pedagang di lantai atas sudah lebih dulu beraktifitas. Karena barang dagangannya sangat mudah dibawa, dibanding pedagang kelontong dan sejenisnya, yang butuh proses panjang untuk memperbaiki kios dan membawa barang daganganya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji yang turun langsung dalam persiapan pemindahan pedagang mengatakan bahwa sengaja datang langsung ke pasar untuk mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan.

“Saya sengaja melihat langsung kesiapan pasar baru, agar dapat secepatnya mencari solusi. Karena besok (Kamis 4/1), perdagangan sudah resmi dibuka di Pasar Baru,” kata Bupati Wihaji.

Pihaknya juga sudah memperingatkan pedagang di Pasar Batang Sementara (PBS) di Jalan Dr Wahidin agar menghentikan transaksi. Terutama pedagang sayuran, buah-buahan dan pedagang dengan dagangan yang tidak besar dan mobile.

Selain itu, bupati akan terus meminta laporan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Karena, masih ditemukan adanya atap yang bocor dan pedagang baru/pedagang lama yang belum mendapatkan tempat.

Sementara itu, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir, Bupati Wihaji berusaha mengurangi kebocoran parkir. Karena itu, pihaknya akan merumuskan pengelolaan parkir yang lebih profesional dengan model baru. “Pendapatan parkir saat ini belum bisa maksimal, baru sekitar Rp200 jutaan. Padahal berdasarkan kajian, pendapatan parkir bisa mencapai miliaran rupiah. Karena itu, perlu ada penanganan parkir yang preofesional. Makanya, kami akan membuat metode baru agar tidak ada kebocoran,” kata Wihaji. (han/ida)