UMK Rp1,6 Juta Mulai Berlaku

820
BEKERJA KERAS : Pekerja menyelesaikan pembangunan Pasar Kejambon, Rabu (20/12) lalu. (K ANAM SYAHMADANI/RADAR TEGAL)
BEKERJA KERAS : Pekerja menyelesaikan pembangunan Pasar Kejambon, Rabu (20/12) lalu. (K ANAM SYAHMADANI/RADAR TEGAL)

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Upah Minimum Kota Tegal (UMK) yang naik dari Rp1.499.500 menjadi Rp1.630.500 mulai berlaku per Januari ini. Sejak disosialisasikan sampai sepuluh hari menjelang pemberlakuan, tidak ada perusahaan yang mengajukan penangguhan, sehingga dapat diartikan seluruh perusahaan menerima besaran UMK yang diteken Gubernur Ganjar Pranowo itu.

“Sampai batas waktu 21 Desember tidak ada penangguhan, semua perusahaan harus melaksanakan aturan sesuai UMK,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Markus Wahyu Priyono di kantor dinasnya, Jalan Hang Tuah, Selasa (2/1) kemarin. Di Kota Tegal terdapat lebih dari 400 perusahaan dari skala kecil sampai besar.

Markus menerangkan, kewajiban menaati UMK oleh perusahaan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Perusahaan dilarang membayar upah lebih rendah dari UMK. Apabila perusahaan tidak menaati UMK, dapat dikenakan sanksi hukum. Yakni, pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun.

Sebagai informasi, UMK merupakan upah bulanan terendah, terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan tingkat paling rendah yang mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun. Bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan wajib menyusun dan melaksanakan struktur dan skala upah.

Struktur dan skala upah memperhatikan masa kerja, golongan, jabatan, pendidikan, dan kompetensi, serta diberitahukan kepada seluruh pekerja di perusahaan. Perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari ketentuan upah minimum, dilarang mengurangi atau menurunkan besaran upah yang telah diberikan. “Dinas akan mengadakan monitoring dengan tim pengawas terkait sejauh mana pelaksanan ketentuan UMK,” ungkap Markus. (nam/ela/jpg/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here