Pemakai Sabu Mendominasi

775

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Sepanjang 2017, Satuan Narkoba Polres Tegal Kota telah mengungkap 27 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, memang ada penurunan dalam pengungkapan. Namun demikian, narkoba jenis sabu-sabu masih mendominasi perkaranya.

”2016, ada 32 kasus dengan tersangka 35 orang. Di antaranya sabu-sabu 29 tersangka, ganja 3 tersangka, dan bahan atau obat berbahaya ada 3 pelaku. Untuk barang buktinya sabu 12.240 gram, ganja 274.820 gram, obat-obatan 432 hexymer, dan 1 butir tramadol HCL,” kata Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto SIK, melalui Kasat Narkoba AKP Nasoir SH, Selasa (2/1) kemarin.

Sementara di 2017, lanjut Nasoir, ada 27 kasus dengan 27 tersangka. Untuk barang buktinya, 10 paket sabu-sabu seberat 4.52 gram, tiga paket tembakau gorilla dan esilgan, 22 paket isi 20 streep obat tramadol, 141 butir tablet tanpa identitas, 4,5 butir tablet warna putih tanpa identitas, dan 2 streep trihexyphenidyl.

”Tersangka sabu-sabu ada 20, ganja 2 tersangka, dan obat berbahaya ada 5 orang. Jadi total berjumlah 27 pelaku yang saat ini ada yang sudah diproses sidang dan ada yang berjalan,” jelasnya.

Meski kasus sabu-sabu masih mendominasi, tapi di 2017 banyak peredaran obat-obatan daftar G yang berbahaya. Tak terkecuali dengan temuan peredaran tembakau gorilla. ”Penurunan kasus narkoba ini, karena kami bersama dengan jajaran secara berkala menggelar sosialisasi serta pendekatan kepada sejumlah elemen masyarakat. Di lingkungan pendidikan juga, kami memberikan pengetahuan tentang bahaya dan dampak kepada mereka yang menggunakan apalagi mengedarkan narkoba,” jelas Nasoir. Demikian juga dengan kegiatan lainnya, misalnya razia di tempat hiburan, rumah kos dan sejumlah tempat lainnya, seperti warnet. (gus/fat/jpg/ida)