RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng menggandeng Bulog dan Satgas Pangan dari Polda Jateng akan turun ke pasar-pasar untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi di awal tahun. Tim gabungan ini akan memantau dan mengawal stabilitas harga beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Kepala Dinperindag Jateng, Arif Sambodo menjelaskan, untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, terutama beras medium, pihaknya melakukan operasi pasar sejak pekan lalu. Mengenai stok beras, dijamin bakal aman hingga panen raya Maret-April 2018 mendatang.Menurutnya, ada kecenderungan yang terjadi di beberapa daerah, dimana beras medium dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET). Di Jateng HET beras medium Rp 9.450 per kilogram, tapi di pasaran ada yang harganya mencapai Rp 11.000 per kilogram.

“Maka, ada penugasan dari pusat kepada Bulog untuk menggelontorkan operasi pasar dengan cadangan beras dari pemerintah, atau beras komersial yang masih di bawah HET. Sehingga harga beras terkendali,” ungkapnya, Senin (1/1).

Ditegaskannya, operasi pasar beras akan dilakukan hingga akhir Januari 2018 di 57 titik pada enam daerah yang menjadi indikator inflasi. Yakni, Kota Semarang, Surakarta, Tegal, Kabupaten Kudus, Pekalongan, dan Banyumas.

Arif juga memastikan, selain stok beras yang dinilai aman, persediaan gula pun mencukupi. Berdasarkan data akhir November lalu, stok gula di gudang Bulog mencapai 42 ribu ton, cukup untuk beberapa bulan mendatang.

“Jadi, masyarakat tak perlu panic buying karena memang tidak ada gejolak harga yang terlalu tinggi. Teman-teman TPID dan Satgas Pangan akan terus mengawal harga dan stok pangan. Mafia-mafia mesti berhitung dua kali lipat kalau mau menimbun,” tandasnya.

Sementara itu, pantauan yang pihaknya lakukan terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat saat Natal dan pergantian tahun 2017, relatif stabil. Hanya harga komoditas cabai dan telur yang ada kenaikan. Tapi kini perlahan turun.

Dicontohkannya, harga cabai merah teropong dari Rp 27.800 per kilogram menjadi Rp 26.000 per kilogram. Cabai merah keriting juga sudah selisih sekitar Rp 1.600 an per kilogram dibandingkan beberapa hari lalu. Sementara, cabai rawit merah yang sempat menembus Rp 43.000 per kilogram, kini Rp 40.000 per kilogram. “Tampaknya pasokan-pasokan mulai berdatangan untuk cabai. Ada dari Jawa Tengah, tapi kemarin di Pasar Johar Semarang cabai teropong ada pula yang dari Bali,” tuturnya.